Sebuah perjalanan bukan hanya tentang mencari sensasi media sosial semata atau sekedar ikut tren-tren zaman sekarang. Tapi bagiku, perjalanan adalah tentang menemukan sebuah jati diri, tentang menemukan arti kehidupan, tentang menemukan keindahan yang tuhan ciptakan. Bukankah alam dicipta untuk manusia, bukan manusia dicipta untuk alam. Jika paham dengan maksud ini, artinya alam adalah guru bagi kehidupan.

Bermacam-macam hal bisa kita pelajari darinya. Jadi jika sebagian asumsi mengganggap bahwa kita jalan-jalan adalah untuk menghabiskan uang. Saya mohon tolong disaring kembali setiap kalimat yang terlontar. Karena percayalah, jika sekejap saja kalian berhenti dan menghirup wangi mawar niscaya kalian akan mengerti bahwa hari terlalu cepat berlalu.

Tidak Ada salahnya bukan mencari ketenangan lain di dunia yang asing. Siapa tahu, Ada sebuah harapan menyala di sana?

Bagi hati yang sedang dilanda kecemasan, mencoba bertahan bahkan merelakan pun tetap terasa nestapa. Kenapa tidak mencoba menikmati mentari terbit serta terbenam di langit yang berbeda? Tiada yang mengetahui, dibalik kesedihan yang dilarutkan dalam keindahan ada rencana tuhan menanti dengan sebuah kebahagiaan baru.

To travel is to live

Advertisement

Daripada memperkeruh pikiran dengan asumsi-asumsi yang tidak nyata, lebih baik sekarang kalian kemasi pakaian, menetapkan destinasi perjalanan dan berlarilah sekencang-kencangnya sambil menikmati wangi bunga di setiap kota yang berbeda. Anak cucu kita menanti sebuah kisah untuk dibagikan. Percayalah, mereka yang menikmati hidup dengan santai lebih merasa bahagia.

Jangan biarkan hari berlalu tanpa menikmati tiap jengkal semesta. Karena tak peduli sebanyak apapun uang yang dimiliki, tidak akan bisa mengembalikan waktu yang sedetik saja.

Rule #1 of life. Do what makes you happy.