Cinta? Sederhana, rasa tak terungkap datang dari hati tanpa permisi. Yah! awalnya aku menganggap cinta sesederhana itu, rasa yang datang tanpa permisi. Namun nyatanya cinta tak sesederhana itu, ada sejuta rasa lain didalamnya. Mencari, mencari dan terus mencari hingga akhirnya aku temukan dia yang begitu istimewa.

Mencari dengan sejuta rasa yang telah aku lalui didalamnya, mulai dari suka hingga duka. Dia yang datang saat aku tak mau lagi mengenal cinta, hingga aku kembali mengenal cinta karenanya. Dia lelaki sederhana, namun istimewa bagiku. Istimewa? Yah, dia sangat Istimewa. Karena dia mampu menghapus sakit dihati yang telah aku rasakan bertahun-tahun lamanya, karenanya aku kembali mengenal cinta.

Dia lelaki sederhana yang mampu ajarkan aku arti cinta, kasih sayang, ketulusan, juga pengorbanan yang sebenarnya. Dia lelaki yang tak banyak berucap, tak banyak mengobral kata manis. Dia dengan tingkah sederhana, namun amat menggugah hati, membuatku jatuh hati dengannya setiap hari.

Tak ada yang seperhatian dia? Memang betul, bagiku tak ada yang seperhatian dia. Tak ada yang sepengertian dia? Memang betul, bagiku tak ada yang sepengertian dia. Tak ada yang sesabar dia? Memang betul, dan lagi aku akui memang tak ada yang sesabar dia. Sifatku yang manja, kekanak-kanakan, keras kepala, juga tak mau kalah. Tak pernah membuat dia membenciku, tak pernah buat dia menjauhiku. Dengan sabar dia justru memahamiku, mengerti aku.

Dia selalu katakan, ini: Jadilah dirimu sendiri, karena aku mencintaimu apa adanya dirimu. Aku mencintamu, hanya kamu, dan tidak ada yang lain, karena hatiku memang telah memilihmu bidadari surgaku. Oh, Ya.. Sebenarnya dia telah memendam rasa sejak tiga tahun lalu padaku, hanya saja dia tak berani mengungkap karena memang dua tahun lalu hati ini masih milik seorang yang telah sakiti hati. Aku tau itu dari salah satu sahabatnya, sahabatnya yang katakan semua padaku.

Advertisement

Ya, saat itu juga aku merasa jadi gadis terbodoh di dunia, karena aku tak sadar sama sekali akan adanya dia yang begitu mencintaiku. Kala itu aku justru biarkan hati terlarut dalam luka, karena seseorang sebelum dia. Dan sekarang aku pastikan, tak akan aku ulangi lagi kebodohan itu. Kini aku telah bersama dia, dia seseorang yang tepat. Dia yang begitu mencintai aku, dia yang selalu menganggap aku malaikat hidupnya. Bersamanya aku sudah bahagia, dia yang selalu bisa buat aku jatuh cinta tiap hari padanya.

Dia lelakiku, lelaki yang kini jadi pemilik hati. Dia lelaki yang selalu punya cara sederhana, namun berbeda dalam mengungkap rasa. Aku harap dia yang terakhir, dia yang memang ditakdirkan untukku, juga dia yang dari tulang rusuknya lah aku tercipta. Aku harap akulah tulang rusuknya yang memang hilang itu, aku harap Allah takdirkan dia jadi pelengkap hidup. Dia Pak Arsitekku, lelaki yang selalu buat aku jatuh hati.