Jangan merusak persahabatan kita hanya karna perasaan cinta yang membuat kita kelak menjauh satu sama lain. Aku masih ingat dan akan selalu ingat dengan memori janji kita, gak ada yang namanya cinta dalam persahabatan. Tapi, pernah gak kamu mendengar orang-orang bilang "dalam persahabatan, cewek dan cowok itu gak murni hanya bersahabat tapi salah satu di antaranya pasti ada yang memendam perasaan". Dan aku mengalami itu semua. Kamu tau rasanya seperti apa? Terlalu sakit. Aku bersembunyi dengan perasaan yang menggebu di balik persahabatan dan perjanjian kita. Kenapa dulu di saat kita membuat perjanjian konyol itu aku dengan bodohnya menyetujui itu semua, dan sekarang berdampak menyakitkan untuk ku sendiri. Aku masih ingat langkah kaki kita menuju tempat perjanjian menyakitkan itu, di tepi sungai di pusat kota, kamu mengajak ku melihat lukisan langit yang bener-bener indah. Perubahan warna langit dengan sedikit demi sedikit tenggelamnya matahari yang sering di sebut, sunset. Sangat indah menatapnya berdua dengan mu. Tapi kalau kembali ku ingat, tusukan-tusukan menyakitkan akan perjanjian kala itu membuat aku ingin memusnahkannya. Dan aku masih ingat dengan perkataan mu "kita harus hidup seperti air yang mengalir dengan tenangnya, karna dengan kita mengikuti arus tersebut akan membuat hidup kita jauh lebih ringan". Maaf tapi dulu aku menyangah itu semua, aku gak setuju dengan semua anggapan mu, bukan kah kita hidup di alam yang bebas dan penuh tantangan? Semakin tertantang hidup kita semakin membuat kita jauh lebih kuat. Terlalu lemah rasa nya kalau hanya mengikuti arus tanpa harus ada pemberontakan. Dan lagi lagi aku masih ingat dengan senyum indahmu atas sanggahan yang aku berikan, tak lupa kamu memberi sedikit usapan lembut ke puncak kepalaku dan itu membuat debaran jantung ku semakin berpacu dengan cepatnya. Kini kita sudah mulai dewasa, bisa kah kita melupakan memori perjanjian menyakitkan tersebut? Dan memulai kehidupan baru atas nama persahabatan dengan perasaan cinta yang kuat. Semoga suatu saat itu bisa terwujud. -Dari aku sahabat senja yang mencintaimu-