Pertanyaan-pertanyaan indah dan mengemaskan tentu akan selalu ada untuk kalian yang masih memilih berpacaran namun juga dinilai terlalu lama oleh sebagian orang. Bukan hanya pertanyaan-pertayaan indah, ada juga pendapat yang begitu mengemaskan ketika didengar oleh telinga.

Kapan Menikah?

Kalau kamu dan pasanganmu sudah lama berpacaran, tentunya akan sering mendapat pertanyaan ini kapan menikah? Kapan dapat undangan? Upload foto berdua di sosial media, maka kolom komentar pertama kali akan muncul dengan pertanyaan kapan menikah? Akhirnya jadi takut untuk pasang foto bersama pasangan. Niat sih tentu ada, namun pertanyaan membanjiri seakan banjir bandang siap datang menghayutkan sampai ke laut dan tak ingin kembali.

Akhirnya tanpa memikirkan usaha yang sedang dilakukan oleh sang kakanda, sang adinda pun memaksakan kakandanya untuk segera dipersunting karena pertanyaan yang terus menerus menghampiri.

Pacaran bertahun-tahun, buat apa? Cepatlah menikah, nanti pasanganmu dipersunting orang, lho!

Advertisement

Kalau kalian sudah pacaran lama tentu akan mendengarkan hal ini, “jangan pacaran lama-lama, yang serius itu ya nikah. Pacaran bertahun-tahun hanya untuk menjaga jodoh orang?"

Guys please, kalau kamu rajin berdoa dan percaya nggak ada yang nggak mungkin, asalkan kamu memilih pasangan yang mempunyai komitmen bersama-sama. Tapi, sampai kapan komitmennya dilaksanakan?

Menikah bukan perkara mudah, banyak hal yang harus kamu pertimbangkan selain urusan rumah tangga. Tentu modal untuk membeli gaun menikah nan cantik di depan altar, antaran untuk sang mempelai wanita, pakaian seragam untuk keluarga besar dan cincin menikah, semua ini tidak didapatkan hanya dengan sebuah senyuman saja, rupiah pun harus mengambil bagian.

Lho, kan ada orangtua? Ini kan tanggung jawab terakhir orangtua? Dari bayi sampai dewasa sudah dibiayai dan sekarang kamu ingin membina rumah tangga untukmu sendiri harus menyusahkan orangtua lagi dan lagi?


Cobalah mandiri dengan salah satu cara bertanggung jawab atas masa depanmu mengunakan keringatmu sendiri.


Setidaknya ketika pernikahanmu, orangtua dan keluargamu tinggal duduk manis dan merasakan kebahagian yang kamu rasakan tanpa memikirkan berapa hutang yang harus dilunasi demi kebahagiaanmu.


Hutangmu ya hutangmu, jangan dibebankan kepada mereka terutama keluargamu.


Sampai kapan uang terkumpul untuk biaya menikah?

Ya, mengumpulkan uang untuk menikah tentunya tidak akan bisa dalam 4 sampai 5 tahun, apalagi untuk kalian pasangan lama yang baru mendapatkan pekerjaan sebulan yang lalu. Mengumpulkan uang untuk menikah memang agak susah untuk sebagian orang yang mempunyai penghasilan di atas rata-rata.


Setidaknya kumpulkanlah uang untuk modal menikah, sehingga ada sebuah tujuan yang jelas untuk melakukan tahapan kedepannnya


Ketika ditanya berapa yang kamu punya, sudah ada sebuah pegangan di rekening untuk bisa dikelola selanjutnya.

Buat kamu yang sering mendengarkan pertanyaan ini tentunya akan berpendapat yang sama. Namun, hal ini berbeda jika kamu dan pasanganmu mempunyai penghasilan melebihi. Tapi, apalah daya kita pegawai kantoran biasa dengan gaji sejutaan.

Namun dari semua pertanyaan di atas, sisi positif  yang bisa diambil adalah sebuah motivasi yang baik untuk para pasangan:


Setidaknya ada banyak orang yang memperhatikan dan mengharapkan untuk sebuah kebaikan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.