Assalamualaikum Wr.Wb.

Anak-anakku yang aku cintai

Hari ini 17 Agustus 2015, Hari Kemerdekaan Ke-70 Republik Indonesia. Ucapkanlah syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diraih bangsa kita. Pekikkan Merdeka dalam jiwa dan raga kalian, anak-anakku !

Anak-anakku yang aku banggakan,

MERDEKA memang berarti lepas dari segala macam bentuk penjajahan. Tapi MERDEKA bukan berarti bebas. Hari kemerdekaan harus jadi ajang perenungan kalian. Renungan tentang pengorbanan pahlawan bangsa, sekaligus renungan tentang Indonesia saat ini. Mau jadi apa dan hendak kemana?

Advertisement

Anak-anakku yang aku cintai,

Aku pernah bertanya pada kalian, “jika sudah besar nanti mau jadi apa?”. Lalu kalian jawab, “mau jadi dokter, pilot, atau guru.” Mengapa tidak ada satupun dari kalian yang menjawab ingin jadi Pahlawan? Mungkin karena Pahlawan bukan pekerjaan. Betul karena Pahlawan hanya sebuah panggilan. Tapi ingatlah anak-anakku, bila kalian melakukan pekerjaan sebagai suatu panggilan, maka kalian akan kerjakan sepenuh hati, dengan rasa cinta. Kalian pun akan menjadi pahlawan bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kalian.

Anak-anakku yang aku banggakan,

Hari Kemerdekaan tidak cukup diperingati hanya dengan upacara. Atau lomba-lomba 17 Agustusan. Kalian harus mampu mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif. Merdeka hari ini, kita tidak lagi berhadapan dengan penjajahan seperti di zaman perang dulu. Tapi Merdeka saat ini, kita harus siap melawan penjajahan dari kemiskinan, melawan kebodohan, lawan penjajahan dari pergaulan bebas yang berlebihan, lawan penjajahan narkoba. Dan melawan penjajahan dari korupsi. Merdeka buat kalian berarti harus tetap semangat belajar, beribadah, dan tekun untuk menjadi manusia yang terbaik dalam hidup kalian sendiri, juga untuk orang lain. Renungkanlah, apa yang telah kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan ini ?

Anak-anakku yang aku cintai,

Merdeka adalah momentum kalian untuk tetap cinta pada bangsa dan negara, selalu semangat dalam persahabatan dan persatuan, bergairah untuk berprestasi dalam belajar dan bekerja. Inilah waktu yang tepat untuk kalian lebih rajin, tekun, dan semangat menggapai hari esok yang lebih baik lagi.

Anak-anakku yang aku banggakan,

Izinkan aku berpesan di HARI KEMERDEKAAN tahun ini untuk kalian. Tentang 4 hal saja untuk memaknai kata MERDEKA seperti yang dillakukan Bung karno dan para pahlawan kita.

Satu, Milikilah CITA-CITA yang Jelas

Bung Karno dan para pahlawan kita punya cita-cita yang sangat jelas yaitu Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Dengan cita-cita yang jelas, kalian akan bangun lebih pagi setiap hari, membuat kalian tahan belajar walau mata mengantuk, menjadikan kalian tetap bergairah walau perut kalian lapar.

Kedua, Milikilah SEMANGAT Pantang Menyerah

Bung Karno dan para pahlawan kita selalu bersemangat untuk meraih kemerdekaan bangsanya. Hanya bermodalkan bambu runcing, mereka pantang menyerah. Kalian tak boleh mudah menyerah walau berhadapan dengan tantangan atau godaan seberat apapun.

Ingatlah, tujuan dari cita-cita kita yang besar hanya bisa diraih dengan semangat pantang menyerah. Terus berjalan ke arah cita-cita, maka kalian akan sampai di tempat tujuan.

Tiga, Miliki KEBERANIAN yang Kokoh

Bung Karno dan para pahlawan kita bukanlah orang-orang pengecut. Mereka telah memilih dengan sadar dan penuh keberanian untuk berjuang meraih kemerdekaan. Walau itu sulit dan berbahaya bagi jiwa raganya. Jadilah pemberani yang kokoh dalam menjalani hidup.

Karena tidak ada cita-cita yang dapat diraih tanpa memiliki keberanian untuk mewujudkannya. Jangan takut untuk memulai, jangan takut mengambil resiko, jangan takut gagal. Karena rasa takut akan melumpuhkan diri kita sendiri.

Empat, Miliki Jiwa BERKORBAN

Bung karno dan para pahlawan kita punya jiwa berkorban yang luar biasa besar untuk menggapai kemerdekaan. Berkorban untuk bangsa dan negara. Tidak ada yang gratis selalgi kita masih di bawah matahari.

Apapun yang kalian kerjakan pasti butuh pengorbanan. Tapi jangan korbankan setiap kesempatan kalian dengan tidak melakukan apa-apa. Berkorbanlah untuk diri sendiri dan orang lain agar hidup lebih baik dan benar.

Anak-anakku yang aku cintai,

Merdeka ke-70 tahun bagi bangsa ini bukan usia yang muda lagi. Jangan buang kesempatan untuk berprestasi dan berbuat yang terbaik. Merdeka-kan bangsa ini dari kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan.

Anak-anakku yang aku banggakan,

Harapan dan Cita-cita kalian jauh lebih besar dari tantangan yang ada. Jangan hadapi hidup kalian dengan keluh-kesah. Bersemangatlah dalam belajar, bekerja, dan mencari solusi dari setiap masalah. Itulah tugas terpenting kalian di hari MERDEKA ini. Berbenah diri lebih baik daripada meratapi diri sendiri. Berbenah untuk setiap jalan kehidupan kalian.

Anak-anakku yang aku cintai,

Ini pidato seorang Bapak untuk kalian, anak-anakku. Semoga kalian menjadi orang-orang yang membanggakan. Untuk diri sendiri, untuk kita semua. Untuk bangsa, negara, dan agama.

MERDEKA… MERDEKA …MERDEKA !!

Wassalamu alaikum Wr. Wb.

Seorang Bapak