Kekecewaan timbul bisa dari konflik internal maupun eksternal atau istilah lain, dari diri sendiri ataupun dari orang lain, tak harus semua tentang cinta, bisa juga karena kegagalan dalam sebuah keluarga , atau juga karena pekerjaan atau juga yang lainnya…..

Faktanya, pekerjaan sukses tapi keluarga pecah timbullah rasa sakit kecewa, ada juga keluarga bahagia tapi karier porak poranda ujung-ujungnya jadi merana, dan yang tak kalah sakit dan kecewanya, sudah cocok dengan si dia eh malah dianya memilih pergi entah kemana rimbanya Hhhh galau lagi deh jadinya Hiiiiihii

Terkadang ada yang bilang gini "Nasib selalu saja mempermainkanku, apa salahku Tuhan???" Menurutku sih itu hanya pemikiran dangkal bagi orang-orang yang pemikirannya setingkat kanal Hehehe

Yang harus kalian catat baik-baik sebagai makhluk Tuhan yang penuh dengan ketaatan dan rasa cinta alam semesta, Tuhan kita itu baik hati, Ia tak seperti kita, Ia begitu bijaksana dan Ia tak mungkin ingin melihat umatnya semua sengsara, sedangkan faktanya, kita disakiti sedikit saja langsung deh marah-marah sambil ngumpat sini ngumpat sana, iya gak?? Hahaha

Ini pertanyaan, pilihan, dan pemahaman yang penting kalau saja pilihannya cuma dua, yakni antara disakiti ataukah menyakiti, coba kalian mau pilih mana??

Advertisement

Menyakiti itu terlihat mentereng, seolah-olah dirinya yang paling keren, paling Ok, paling Cihuy dan paling segalanya, sedangkan yang jadi korban atau yang disakiti itu seperti orang bodoh, orang tolol dan orang terlemah sedunia, pasalnya mau saja dikecewain, diduain, digagalin, dikacangin, dan di di yang lain Hhhhhhh

Padahal kalau dilihat dari kacamata perasaan dan dengan teropong kesabaran, menyakiti itu dampaknya lebih kompleks dibanding disakiti, contoh konkretnya gini, kemana-mana ada beban mental, inginnya kalau ketemu minta maaf, selalu ngerasa bersalah walau kadang kala ditutup-tutupin seola-olah gak ada apa-apa, padahal kenyataannya, seribu kali dalam hati menyimpan rasa bersalah, malah lebih tentram yang disakiti atau yang dikecewakan, bisa makan dengan tenang, bisa kemana-mana tanpa beban, bisa berpikir tanpa ada kutukan dan tak ada deh yang namanya malu kalau ketemu dengan orang yang pernah menyakitimu, ya walau awalnya berat, sakitnya luar biasa dan kecewanya sungguh tiada tara, tapi itu hanya sementara, paling berapa hari atau minggu saja, paling lama ya sebulan atau dua bulan, tergantung kita menyikapinya seperti apa, kalau sabar dan mau ikhtiar apapun bisa …. Sedangkan orang yang menyakiti itu rasa bersalahnya pasti untuk selamanya apalagi kalau tanpa maaf dari kita Hmmm siap-siap saja masuk buinya hati, gak dapat melenggang bebas sana sini dan endingnya masuk neraka lagi…. Hahahahaa

Nah lho, siapa yang pernah menyakiti hayoooo?? masih merasa bersalahkah sampai sekarang? kalau iya jangan pernah diulang yah? hukum alam ada lho, siapa berani berbuat maka ia juga harus berani mendapat (bertanggung jawab) kalau buruk dapat buruk kalau baik juga dapat baik…

Dan untuk yang pernah disakiti, kalian sebenarnya adalah pemenang hati karena kalian itu baiknya bak peri, hanya saja mereka menyalah gunakan kebaikan kita dengan cara yang tak seharusnya, tapi imbasnya kalian bisa pergi dengan leluasa, bisa bebas dan terbang sepuasnya tanpa rasa bersalah dan tanpa ada penyesalan yang kian lama kian bertambah……

Semangat untuk kita semua, berbaiklah selalu untuk diri kita dan juga mereka karena kebaikan akan selalu menyertai orang-orang yang baik seperti kita… Amin