Karena sikap remeh terhadap plastik jugalah yang mengantarkan Indonesia menjadi juara 2 di dunia sebagai penghasil sampah ke laut. Dari data terakhir pada 2015, Indonesia menghasilkan sampah plastik mencapai 187,2 ton. Waw fantastis tapi realistis. Maklum saja, Indonesia sudah lebih dari 1 juta penggunaan kantong plastik setiap menitnya. Dari angka itu, 50 persen kantong plastik dipakai sekali lalu langsung jadi sampah. Sementara, hanya 5 persen yang benar-benar di daur ulang. Aih malu.

Sebenarnya hal yang seyogyanya kita lakukan adalah berdiet dari plastik. Saatnya siuman dari sikap meremehkan plastik. Membawa tas ke minmarket adalah hal ringan yang bisa dilakukan setiap orang. Bukan hal rempong. Bukan hal baper. Bukan hal tabu. Jadi tak ada alasan untuk masih minta plastik ke mas/mbak kasir minimarket.

Kita butuh diet plastik. Sebab dengan membayar Rp.200,00, tidak berarti bumi kita bisa langsung bersih dari efek plastik. Plastik yang ditetapkan harganya itu adalah untuk menohok kita agar berhenti dari menggunakan plastik. Bukan untuk membuat kita merasa ah cuma Rp.200,00. Itu mah murah. Beli aja deh.”

Plastik hanya butuh peka. Lebih baik kita berhenti menggunakan plastik sembari mendaur ulang plastik yang menumpuk, daripada mendaur ulang plastik sembari masih tetap menggunakan plastik. Jangan seperti menggarami air laut.

Jadi, kapan kamu peka?