Sembila belas tahun masa yang sebenarnya. Semua terasa lebih bermakna di usia 19 tahun. Semua bermulai di usia ini, ketika hari-hari yang penuh dengan air mata, kelelahan, perjuangan, pengorbanan, memendam, diabaikan, terlantar dan mengarungi setiap sendi kehidupan terasa lebih bermakna. Ya, di usia ini semua pehamanan dan pengertian lebih peka ditata oleh semua pusat kehidupan "hati". Di usia ini, semua wujud akan pengertian yang selama ini buram, mulai menampakkan wujudnya.

Aku mulai paham, masa 19 tahun sudah beranjak meninggalkan. masa dimana aku memulai hari-hari yang baru. Masa menjadi seorang yang mandiri. masa-masa menjadi seorang mahasiswi yang mencoba berpijak di kaki sendiri. masa yang tidak pantas lagi untuk bermanja-manjaan.

Masa yang menuntun untuk melakukan berbagai hal sendiri. masa yang sudah memiliki tujuan. Masa yang ingin selalu berpegang erat kepada-Nya. Masa yang memberikan berbagai pelajaran akan kehidupan. Masa dimana sosoknya hadir memberikan makna lebih. Masa dimana jarak ruang dan waktu bersama keluarga memaksa hati untuk mejadi lebih kuat. Dan aku benar-benar menjadi diriku sendiri. Sampai jumpa di usia 20.