Pertemanan sudah kita dapatkan sejak kecil,dari kecil kita di ajarkan untuk dapat bersosialisasi dengan orang lain semenjak nitu kita tau apa itu teman.mungkin di waktu kecil kita di ajarkan untuk berbagi bersama teman,bermain bersama dan kita dilarang bertengkar,itu batas pertemanan sewaktu kita masih kecil. terdapat perbedaan cara berteman ketika saya masih anak-anak dan ketika beranjak remaja, kita hidup di zaman yang dewasa terlalu cepat,sulit untuk mendapat teman yang dapat mengerti kita, karena notabene remaja indonesia sekarang sudah banyak terkontaminasi oleh budaya barat dan akhirnya budaya timur yang ditinggalkan leluhur mulai memudar, jika dulu anak laki-laki dan perempuan berduaan yang ketiganya setan,sekarang pasangan yang belum ada ikatan perpegangan tangan pun sudah biasa. dan itu berdampak buruk pada mereka yang masih menjaga aqidah untuk yang muslim, mereka sering di sebut sebagai pria tidak normal salah satunya.

Berdampak dari semua itu sulit menemukan teman yang sesungguhnya di zaman sekarang kareka kebanyakan remaja lebih memilih untuk berpacaran. dalam kasus saya,saya dapat menemukan teman yang sesungguhnya kareka di satukan dalam suatu organisasi,banyak hal yang kami lalui di mulai dari perdebatan dan permasalahan yang kita lalui bersama,masalah masalah tersebut yang membuat pertemanan kami semakin erat mereka yang sering menculikku ke atas awan, mereka mendorongku dari belakang,memberiku motivasi ketika jatuh, memberiku semangat ketika di depan. entah apa yang akan terjadi bila hidup tidak memiliki mereka mereka adalah keluarga keduaku, mereka adalah sesuatu yang belum tentu orang lain bisa dapatkan, mereka adalah saksi masa mudaku dan mereka adalah warikan kenangan yang akan aku ceritakan kepada anak cucuku.