Cemburu itu udah kayak makanan sehari-hari. Rasanya nggak afdol kalau sehari aja nggak cemburu lihat si dia bareng yang lain walau cuma ‘say hello’ doang

Kamu tipe yang ini? Selamat, kamu terdampar di tulisan yang tepat.

Sebenar-benarnya kata orang, cemburu itu tanda sayang. Apa iya? Kalau kata saya, cemburu itu nandain kalau kamu benaran manusia atau bukan. Setiap manusia yang beriman, eh maksudnya yang punya perasaan pasti ngerti banget cemburu ini sebenarnya barang apa. Sayangnya, kadang cara kita menyikapinya ini nih yang bikin cemburu jadi nggak asyik sama sekali.

Nah, kesimpulannya, nggak ada yang salah dari cemburu, kok. Tos!

Yuk, kita jabari dulu kenapa cemburu itu nggak salah sama sekali.

Advertisement

Cemburu itu sama kayak cinta. Siapa sih yang berhak ngelarang kamu mau jatuh cinta sama siapa? Perasaan-perasaan seperti itu memang nggak sopan, bisa muncul kapan dan di mana aja tanpa minta izin dulu ke kamu. Sebab itu, setelah cinta, cemburu juga terkategorikan sebagai barang antik yang nggak boleh kamu lepas gitu aja. Peluk, jaga baik-baik.

Kamu bisa aja cemburu karena dua hal. Satu, karena dia adalah pasangan kamu. Satunya lagi, kamu cuma seorang secret admirer, duh.

Pertama, karena dia adalah pasangan kamu. Why not? Tapi, jangan sampai rasa cemburu ini bikin hubungan kamu sama si dia jadi kacau loh ya. Kecuali jika si dia memang udah flirt sama yang lain, keputusannya balik lagi ke kamu. Kalau kamu belum bisa negbuktiin ada orang lain lain di hatinya, hati-hati, jangan sampai kamu salah langkah. Ajak dia buat terbuka sama kamu, pun kamu juga begitu.

Kadang, sankin sensitifnya, kita suka cemburu kalau dia ketemu bareng temennya, ngobrol seru, senyum-sapa-salam di jalanan, uh, berapi-api deh. Eit, secemburu apapun kamu, kamu harus terus inget kalau dia juga butuh social life.

Begitupun kamu yang ternyata cuma seorang penggemar rahasia yang bukan siapa-siapa tapi sakitnya sampai ke tulang. Hm, masa iya dunia cuma ada dia dan kamu doang? Mau nganggep yang lain cuma ngontrak? Ayo dong, kamu bukan korban FTV kan?

Sikapi rasa cemburu kamu sebijak-bijaknya. Jangan sampai malah bikin dia ngerasa ilfeel sama kamu gara-gara sifat agresif kamu yang ego banget. Kalau kamu udah nggak tahan, kamu bisa ngomong, kok, ke dia. Sampaikan dengan cara yang romantis, pun di sini kamu bisa sekaligus menilai dia serius atau nggak sama kamu. Ajak dia ngopi bareng, misalnya, kubur emosi kamu dalam-dalam dan katakan dengan lembut kalau kamu sebenarnya cemburu kalu dia ngelakuin A. Nggak ada salahnya, kan? Asal kamu bisa tahan emosi kamu. Saat kamu ngomong ke dia langsung dan malah dia yang mulai menunjukkan sikap kesal, pegang tangannya dan mohonlah maaf karena kamu udah cemburu sama hal-hal yang kamus sampaikan tadi. Nah, kalau memang sikapnya malah nggak enak, jangan lupa was-was ya, manatau ada orang lain di hatinya selain kamu. Tapi cuma was-was kok, kamu harus tetap tenang gimanapun situasinya.

Kamu bebas ngambil sikap mana aja perkara rasa cemburu kamu itu. Nggak ada rasa yang salah di dunia ini. Kalau terjadi sesuatu yang diakibatkan sebab rasa, apapun itu, yang salah cuma sikap kita yang kurang bijak memanajemenkan rasa yang kita punya.

Tunjukkan kalau rasa cemburu kamu itu beneran mahal, nggak perlu diumbar ke mana-mana. Jangan sampai kamu malah kelihatan jadi murahan gara-gara rasa cemburu yang bergejolak di dada kamu. Tarik napas panjang, rasakan, pikirkan baik-baik. Inget, kamu nggak salah. Tapi pastikan kamu nggak salah ngambil langkah setelahnya.

Cemburu memang gitu, suka bikin kamu curigaan sampai nggak bisa tidur malam.

Selamat menikmati rasa cemburu, ya. Kabar baiknya, kamu masih manusia .