Seperti sedang berkompetisi untuk menunjukan bahwa kalian memiliki hidup yang lebih baik dari sebelumnya. Entah apa gunanya itu, seperti menjaring angin. Kejarlah semua yang ada dibawah matahari ini dan sesungguhnya itu hanya sia-sia.

Aku datang seperti merubah kehidupan kalian, entah apa yang terjadi sebelumnya diantara kalian berdua. Kehadiranku sedari awal, tidak berarti apa-apa. Aku bak seperti supernova saat ini, hanya mengerti sosok tiap sosok tanpa berarti apa-apa.

Seperti engkau yang telah jatuh dalam jurangmu dan mengasumsikan kamu telah keluar dari jurang dan masuk ke gua bermuara laut yang indah. Meski sebenarnya, ini semua hanya sama saja kembali dengan pilihan untuk mampu kah kau bertahan lagi dalam perjuanganmu?

Karena apa yang kita lihat belum tentu apa yang kita rasa.

Kita hanya bermain dalam hidup ini tanpa menginginkan sosok manusia yang terlihat semua manusia sama laknatnya ada ego yang menjadi dasar tiap keputusan.

Advertisement

Aku pun begitu, akulah dengan egoku.

Egoku untuk menjadi diriku menikmati diriku tanpa ada intervensi siapapun.

Apa yang kau cari? Kau masih mencari tujuanmu? Melakukan dengan penuh totalitas untuk pencapaian tujuan?

Terimakasih untuk segala pembenarannya, biarkanlah, aku nyaman menjadi aku.

Cinta itu pasti berubah seakan musim manga yang meledak pada suatu masa dan menghilang berbulan-bulan. Aku tidak berani akan hal itu wahai cinta yang membawaku ragu akan sebuah komitmen basi yang didasari dari sebuah kepercayaan yang tanpa dipungkiri itu akan berubah. Perbandingan 50:50 tentang perubahan masa depan, karena esok itu misteri dan manusia yang terancang dapat terluka hanya dapat mengamati dan menikmati.