Satu arah beda tujuan itu deskripsi yang cocok untuk perjalanan kita.

Taksi cinta.

Setelah kita bertemu di situlah terdengar kata yang paling aku benci "Kita berpisah." Walau sebenarnya kita berada di suatu wilayah yang berbeda aku di Balikpapan dirimu di Jakarta.

Pada suatu hari di rumahmu yang membuat diriku terpesona dengan kecantikanmu di saat itulah kita harus berpisah menuju ke kota kita masing-masing.

Benci kata perpisahan. Adanya perjumpaan tentunya akan ada perpisahan.

Advertisement

Rasa sedih selalu mengiringi perjalanan kita menuju kota kita masing-masing. Ku antarkan dirimu ke stasiun Balapan Solo di situlah detak jantungku berdetak kencang aku berfikir dunia ini tidak adil buat kita. Sangat singkat kita bersama dalam cinta dan kasih sayang bersamamu.

Tuhan dengarkan doaku untuk selalu bersama dengannya

Di dalam taksi cinta kau peluk erat diriku seolah tidak akan kau lepaskan seolah-olah kita selalu bersama, kuelus mesra rambutmu yang hitam panjang, sesekali ku kecup keningmu berkali-kali karena rasa sayang dan cintaku hanya untukmu.

Kita lalu perjalanan kesana penuh cinta kau dekap diriku penuh cinta sehingga kita saling berkaca-kaca untuk melewati perpisahan ini walau sementara atau bahkan selamanya.

Dalam hatiku selalu bertolak belakang kenapa rasa ini tumbuh dan mejelma mejadi lebih dalam.

Tuhan kuatkanlah cinta kami.

Aku berharap rasa ini akan abadi selamanya hinga nanti berujung ke suatu titik yang kita tuju.

Lina Indriyana, dengarlah bacalah kisah ini sebagai pengingat cerita indah kita.