Siapa sih yang enggak terjangkit demam "Om Telolet Om"? Dari kalangan anak kecil hingga remaja berlomba – lomba mencari suara telolet itu. Tawa mereka bisa keluar dengan sangat bahagianya ketika mendapatkan suara telolet yang mereka inginkan. Bahagia memang sesederhana itu. Sesederhana aku bisa melihat senyum manismu tiap harinya. Senyum yang selalu ku rindukan. Senyum yang selalu menjadi penyemangat hari – hariku.

Ya, sama dengan para pencari telolet yang bahagia ketika mendengar suara telolet, aku juga bahagia ketika berhasil melihat senyummu.

Aku yang selalu mengharapkan senyummu tiap harinya. Masihkah dirimu mau untuk tetap berbagi kebahagiaan untukku?

Ya, dirimu yang dulu selalu kunantikan kedatangannya kini harus mulai kulepaskan secara perlahan.

Semenjak kau memutuskan untuk lebih memilih dia dibandingkan aku. Dia yang baru datang di hidupmu dan bisa menjanjikan sesuatu yang lebih indah dariku, mampu menciptakan ruang transparan di antara kita. Ruang yang dulunya nyata sebagai tempat kita berbagi kebahagiaan, kesedihan, pengalaman dan segala sesuatu yang terjadi kepada kita, kini berubah menjadi ruang transparan yang tak mampu lagi untuk kumasuki. Bahkan untuk menyentuhnya pun aku sudah tak mampu.

Advertisement

Sulit? Memang sulit sekali untukku mulai mundur darimu. Aku yang dulu berusaha begitu sulit untuk masuk ke relung hatimu, kini juga harus berusaha begitu sulit untuk keluar. Aku harus menumbuhkan sedikit demi sedikit sesuatu yang membuatku ilfeel kepadamu, mengubur semua hal yang pernah kita lakukan bersama agar bisa kujadikan pijakan untukku lebih cepat keluar. Kamu telah mengajariku banyak hal termasuk bisa masuk dalam kehidupanmu. Tapi kamu melupakan satu hal yang harusnya kamu ajarkan kepadaku yaitu cara keluar dari kehidupanmu.

Maafkan aku yang sampai saat ini masih saja hadir dalam hidupmu. Meskipun aku tau jika kamu telah menunjukkan sikap yang sangat begitu jelas untuk menyuruhku segera keluar dari hidupmu. Tenang saja, aku akan pergi kok. Aku sedang berusaha, aku harap kamu bisa ikut mendoakanku agar aku bisa segera keluar dari hidupmu dan benar – benar bisa melupakanmu.

Satu hal yang aku pinta, jika kamu bertemu denganku beri aku satu senyum terbaikmu. Meskipun aku tau mungkin senyum itu tidak ikhlas kau berikan tapi itu sudah lebih dari sekedar cukup untukku.

Apa aku harus menjadi anak kecil yang selalu berteriak "Om Telolet Om" agar aku bisa mendapatkan senyum terbaikmu? Jika iya, aku rela melakukannya meskipun hasilnya tak menjanjikan, tapi itu yang bisa membuat bahagia. Karena bahagiaku memang sesederhana itu.