Tak dapat dipungkiri, semua orang tentunya merasakan betapa canggihnya teknologi di era ini. Kita merasakan kemajuan yang begitu pesat, semua orang bisa membagikan beragam aktivitas kesehariannya dengan mudah dan cepat. Oleh karenanya, acap kali kita temui berbagai postingan di media sosial, mulai dari berbagi tentang kebahagiaan, kunjungan ke tempat baru, ngeshare makanan favorit, dan bahkan tak jarang kita bertemu pada postingan iseng nan memilukan, membagikan hal tanpa berpikir dan memikirkan efek dari apa yang dibagikan. Misalnya memposting foto nan tragis mengenai korban kecelakaan atau bahkan foto-foto jenazah yang begitu menyedihkan.

Haruskah memberikan informasi dengan mencantumkan unggahan yang demikian? Daripada terus-terusan khilaf atau seantiasa belum menyadari tentang hal ini, ada baiknya kita pertimbangkan hal-hal berikut sebelum membagikan postingan tentang foto-foto tragis korban kecelakaan ataupun foto jenazah seperti yang kerap kita temui.

1. Apakah Anda yakin pihak keluarga mengizinkan?

Coba kita berpikir, apakah kita yakin bahwa kita akan mengizinkan orang lain untuk membagikan foto keluarga atau sahabat yang kita sayangi dalam kondisi yang mengenaskan di media sosial? Keberatan bukan? Sama halnya dengan apa yang kita rasakan, pihak keluarga tentunya memiliki hak untuk melarang postingan yang demikian beredar di media sosial. Oleh karenanya, bagi Anda yang suka dan sering iseng memposting tanpa berpikir panjang ada baiknya untuk mempertimbangkan hal ini.

2. Foto yang dishare terkadang mengganggu kenyamanan pengguna media sosial yang lain

Advertisement

Hal penting yang juga harus Anda ketahui adalah bahwa tidak semua pengguna media sosial menyukai postingan tersebut. Konten yang demikian terkadang menjadi pengganggu dan pengusik bagi pengguna media sosial yang lain. Bisa jadi orang lain merasa dirugikan. Bagi kaum tertentu yang memiliki latar belakang atau pengalaman yang hampir serupa dengan kejadian yang dishare, tentunya akan membuat dan menciptakan rasa takut serta ketidaknyamanan seperti hilangnya selera makan, timbulnya rasa takut, susah tidur, atau bahkan menyebabkan depresi yang berlebihan. Jadi, mending di pikir lagi ya!

3. Postingan tersebut dikhawatirkan dapat menyebarkan aib saudara sendiri

Bukankah sudah menjadi tugas kita untuk melindungi aib sahabat, keluarga, ataupun semua orang yang dekat dan kita kenal? Oleh karenanya, kita pun harus teliti dan jeli dalam menggunakan media sosial. Postingan yang demikian dikhawatirkan akan menjadi media penyebaran aib saudara kita sendiri. Padahal, seseorang yang telah meninggal sebaiknya tidak perlu dibahas lagi secara berlebihan. Cukup Allah yang maha mengetahui. Tugas kita hanyalah mendoakan agar segala dosanya selama hidup di dunia diampuni dan semua amal pahalanya diterima, memaafkan segala kesalahannya, serta menutupi semua aibnya.

4. Memposting foto atau video korban bencana atau jenazah dapat menjadi sebuah fitnah

Jikalau postingan tersebut bukan merupakan suatu informasi yang faktual maka tentunya hal tersebut akan menjadi sebuah fitnah yang keji. Maka dari itu, alangkah baiknya agar kita lebih berhati-hati lagi dalam mengunggah ataupun menyebarkan foto atau video tragis mengenai korban bencana, foto orang yang sedang sakit, atau bahkan foto orang lain dalam kondisi mengenaskan, sebab menginformasikan tidak melulu harus disertai konten yang demikian.

5. Postingan yang demikian minim kebermanfaatan

Sekali lagi coba kita pikirkan, haruskah mengabarkan suatu hal berikut dengan mengunggah foto yang demikian? Pada dasarnya mengabarkan suatu berita bertujuan untuk memberitahu tentang suatu peristiwa atau kejadian. Oleh karenanya, tidak perlulah mengunggah foto-foto tragis dan mengenaskan dengan alasan untuk memprkuat keakuratan informasi. Cukuplah hanya memberitahu hal-hal penting mengenai informasi yang akan disampaikan, sebab postingan foto atau video yang mengenaskan tersebut pada dasarnya minim akan kebermanfaatan.

 

Semoga kita tidak gegabah dalam bertindak, ada baiknya kita memikirkan baik buruknya suatu perbuatan atau tindakan, termasuk sebelum memposting foto atau video tertentu di media sosial.