Ketika Menikah Itu menjadi jalan yang pasti, jalan sangat di impi-impikan oleh seorang manusia yang telah memasuki masa dewasa. What ?? Ya, Siapa sih yang gak mau nikah Coba. Punya istri, anak, management keuangan, dan sebagainya (bla…blaaa blaa) panjang lebar lah.

Dan ketika keinginan menikah jatuh pada seorang pemuda, belum mapan masih proses Up gitu. Berjuta-juta impian dalam benaknya akhirnya mempertemukan dia dengan seorang wanita cantik, bersahaja lulusan sebuah universitas terkemuka di Indonesia. Haru Biru Banget Perasaannya, ya lah #rare banget kan.

Plan udah di buat dengan kesepakatan antara si cowok dan cewek. Deal-dealan mencapai puncaknya, dimana dalam jangka waktu sepersekian detik kali 1000 Jam x lama penantian = #NeverGiveUp. Karena Cewenya mau lulusin satu gelar lagi. #it's Okay gak apa-apa nungguin.

Jodoh Itu di tangan Allah, tapi jika kita gak berusaha untuk menggapainya, meraihnya, meperjuangkannya sama aja bohongkan. Gak ada sesuatu di dunia ini yang instan semuanya butuh perjalanan panjang untuk sampai pada tujuan.

Klimaksnya, berada pada satu plan yang mengharuskan dua dunia menjadi satu. Iya itu antara Aku, Kamu dan dua keluarga besar. Yang menjadi permasalahan disini, tentang kemapanan apakah mampu si cowo nya untuk menafkahi, membahagiakan, memberikan hak nya sang istri ? Itulah pertanyaan standar keluarga cewe. Ya Orang tua mana sih yang rela anaknya dibawa susah-susah sama orang lain.

Advertisement

Bukan matre, itu hal manusiawi sebuah keluarga yang ingin anaknya bahagia, #Agree. Tapi satu hal kenapa, sampai resepsi pun, harus mengikuti alur keluarga. Now di negara ini, ketika sebuah keluarga memasukan #SOP #GENGSI. Itu yang bikin mumet para pemuda yang ingin menghalalkan para putrinya (niat Mulia kan). Kadang ingin kutanyakan pada rumput yang bergoyang masih adakah keluarga yang serta-merta menginginkan Ijab Qabul Pure tanpa embel-embel #GENGSI.

Ada sebuah cerita lagi, misalnya kita udah deal sama orang tua Cewenya (Ayah dan Ibunya). Mau gimana pun resepsinya silahkan di sesuaikan dengan kemampuan. Nah ini enak kan buat cowonya. Tapi tunggu dulu, dibelakang itu ada sanak keluarga yang siap-siap untuk meng-unfollow kita. Keluarga kita harus nikah sama yang punya ini…. itu….. (blaaaaaa).

Kisruh banget ya cerita ini, ya cuman nitip pesan aja buat yang pengen dihalalin makanya kasih tahu ke emak, bapaknya. Kasih diskon gede-gedean biar apa yang kita rencanain bisa berjalan dengan lancar, sejelek-jeleknya cowo gak akan pernah ngebiarin kamu gak makan kok.