Manusia, emang kadang suka nakal. Berubah gak mau, Diubah juga nolak, mengubah diri malas.

Lha, kalo gitu maunya apa? Tolong dong kasih tahu, biar sama-sama enak.

PERUBAHAN itu sesuatu yang kodrati. Berubah itu pasti terjadi. Cepat atau lambat. Cuma kadang kitanya yang suka gak mau berubah. Atau gak mau menyesuaikan diri dengan perubahan. Kita dulu kan hidup di zaman bayi, terus jadi balita, ke anak-anak, masuk usia remaja, kemudian dewasa lalu menjadi tua. Itu semua bukti bahwa kita berubah.

BERUBAH, semuanya. Dulu kita pakai minyak tanah sekarang gas. Dulu kita kelebihan air, sekarang kekeringan. Dulu kita gak kerja, sekarang kerja. Itu semua namanya perubahan. Jadi, perubahan itu gak bisa kita sangkal. Percaya gak semuanya bakal berubah? Percaya, nah gitu dong.

Lagipula, hidup tanpa perubahan itu gak enak. Monoton. Hukum alam juga bilang semua pasti berubah. Oke, kita sepakat aja. Hidup pasti berubah. Gak usah jauh-jauh, fisik kita aja berubah. Dulu kuat, sekarang tidak. Dullu rambut hitam, sekarang ada ubannya. Kapan pun, di mana pun. Pasti berubah, pasti ada perubahan.

Advertisement

Apa lagi coba yang berubah dalam hidup kita?

Semuanya berubah. Dulu kita gak butuh handphone di tangan, sekarang kita bingung tanpa handphone. Gaya hidup kita aja berubah. Masalah kita juga pasti berubah. Lingkungan kita juga berubah. Kantor kita berubah gak kayak dulu lagi. Orang-orang di sekitar kita, karakter dan kelakuannya juuga berubah.

Kenapa bisa? Karena perubahan itu menjadi bagian kita untuk tetap bertahan. Biar makin beragam, ada variasi. Dan yang penting juga, kita jadi lebih mawas diri. Tanggung jawab kita juga berubah.

Emang buat apa berubah?

Ya, pake nanya lagi. Berubah itu buat 2 hal saja. 1) Agar kita bisa lebh baik ke depan, di sisa waktu umur kita dan 2) Agar kita bisa menyadari kesalahan, kekurangan yang pernah kita perbuat biar gak terulalng lagi. Simpel khan? Kata orang pintar, change is the only evidence of life. Keren ya ….

Sekali lagi, berubah itu penting. Perubahan itu tidak bisa dihindari. Oleh siapapun. Kapanpun dan atas sebab apapun. Kita gak bakal bisa meraih mimpi, cita-cita jika kita tidak mengubah cara untuk bisa mencapainya. Asalkan cara yang kita pilih itu baik dan benar. Karena gak ada seorang pun dari kita yang dapat menghentikan laju perubahan.

Tapi ingat, Berubah bukan berarti kita berhenti menjadi diri sendiri. Perubahan adalah jalan kita untuk “mencukupkan” diri. Berubah artinya menjadi diri sendiri yang lebih baik dari sebelumnya. Lebih baik karena kompetensinya bertambah, pengetahuannya bertambah, pemahamannya lebih dalam, pemikirannya lebih bijaksana, cara kerjanya lebih kompetitif, dan hidupnya lebih terarah.

Sayang, banyak orang yang takut akan perubahan. Berubah dianggap momok yang menyeramkan. Lalu, mereka menghindar dari perubahan. Katanya, perubahan bikin cemas, bikin gundah. Mungkin karena mereka sudah berada di comfort zone, zona nyaman. Jadi gak mau berubah. Entahlah, pikir aja sendiri karena apa …..

Satu hal saja, kalau dunia di luar sana telah bergeser dan berubah, mengapa kita tidak ingin berubah?

Katanya, setiap manusia pasti punya “potensi” yang luar biasa dan unik. Maka, selayaknya potensi itu diubah menjadi “manfaat” nyata bagi orang lain. Itulah perubahan, di dalamnya pasti ada peluang dan ada tantangan.

Berubah, memang bisa mudah bisa juga sulit. Tergantung pada kita dalam menyikapi perubahan itu sendiri.

Lalu, apa yang harus kita lakukan terhadap perubahan?

Tidak ada jalan lain, selain merespon positif setiap perubahan yang terjadi. Caranya:

1. Bersikap positif, agar kita bisa objektif dan kreatif menghadapi perubahan, bukan mengeluh.

2. Adaptasi, agar kita mudah menyesuaikan diti terhadap situasi yang ada.

3. Pahami apa yang sudah berlalu dan yang akan datang, agar kita mengetahui apa yang harus dilakukan.

4. Tambah pengetahuan dan kompetensi, agar mampu menghadapi tantangan sebagai akibat dari perubahan.

5. Ubah tantangan menjadi peluang, agar menjadi motivasi dan menguatkan diri kita.

Sungguh, perubahan ada di dekat kita. Berubah untuk lebih baik dari kemarin. Berubah menjadi ujian comfort zone untuk menuju another comfort zone. Tinggal kita, mau atau tidak untuk berubah. Dan menerima perubahan. Tidak bersandar pada satu anggapan doang.

Ibarat “secangkir kopi” yang tiap hari kita minum, bisa pas rasanya, bisa manis atau bahkan terkadang pahit. Bersiaplah untuk “secangkir kopi” perubahan yang bisa teradi kapanpun … #SelamatBerubah