Jika suatu hari nanti aku berkata bahwa pagi ini kamu yang paling pertama kali aku cari. Aku tidak berbohong tentang itu. Jika kau bertanya siapa yang paling aku cinta hari ini, kau akan mendengarkan detak jantungku yang malu-malu mengeja namamu. Jika suatu hari nanti kau bertanya kenapa aku memilihmu meski kamu merasa bahwa masalalumu tidak sebaik yang aku kira.

Kau keliru menilai hatiku. Bukan aku yang memilihmu, tapi hati yang terlanjur jatuh dan tumbuh seiring perjalanan denganmu. Maka berhentilah dalam kebingungan, sebab kecemasan yang sedang kamu buat justru membuat perasaanmu bergetar. Kamu hanya takut kehilangan. Padahal aku sekarang tepat berada dalam pelukanmu.

Katamu kita tidak bisa mengandalkan cinta untuk hidup. Kamu salah, justru kita tidak bisa hidup tanpa cinta. Bukankah tuhan menganugerahi cinta sebagai pelipur lara. Karenanya kita mengerti hati masing-masing, karenanya kita bertemu disebuah tempat yang masih asing. Karenanya kamu dan aku tidak lagi sendiri tapi satu.

Berhentilah berpikir bahwa kamu belum mampu. Sedangkah disini, disudut kota yang beda aku selalu memujimu kepada pencipta, bahwa kamu mampu menjadi seorang pemimpin bagi hati. Perlukah aku membuat alasan yang bisa membuat kepercayaan dirimu bangkit kembali? Kurasa kamu tak butuh itu, sebab tuhan sudah memberimu kemampuan tuk menjadi nomor satu. Mungkin kamu akan selalu bertanya-tanya "kenapa seorang naif sepertiku masih terlalu percaya pada keajaiban tuhan?

Bukankah dia menghadirkanmu dan aku tidak pernah merasa lelah melayanimu sebagai hati. Bukankah tuhan sangat bijaksana. Maka jika kamu masih ragu kenapa aku masih menerimamu dengan segala keterbatasanmu, kamu justru harus bersyukur karena tuhan hanya menghadirkan ketulusan disaat kurang tepat menurutmu namun sudah amat tepat menurutnya. Lalu, maukah kamu berjuang bersamaku? Walau mungkin aku tidak sehebat ibumu dalam membahagiakanmu dalam urusan perut maupun saat kamu lelah, tapi percayalah sebab aku tidak akan lelah tuk membuat rumahmu terasa betah.

Advertisement

Maka cintailah aku dengan kekuranganku, isi kurangku dengan kelebihanmu. Begitupun sebaliknya. Dan semoga semesta menjagamu di kota sana sampai akhirnya kamu pulang ke rumah kita.