Memiliki perasaan terhadap lawan jenis sudah menjadi lumrah. Apalagi bagi kalian para kaum muda yang gejolak jiwanya masih menggelora. Ingin menjajak kesana-kemari soal apapun. Terlebih menyoal cinta. Iya, cinta. Meskipun yakin kalian sendiri belum begitu paham apa artinya, namun rasa yang terlalu menggebu senantiasa menghalalkannya.

Pengorbanan demi sang pujaan dengan senang hati kalian lakukan. Hanya demi sebuah pengakuan darinya, kau tak segan memperjuangkannya. Padahal, sadarkah kau, diantara sekian hal yang kalian lakukan demi mendapatkannya, masih ada dia yang juga rela mati hanya agar supaya kau bahagia dengan apa yang sedang kau tuju. Meski bukan untuknya, dia ikhlas, teramat ikhlas hanya demi dirimu, kamu.

:: Terus menerus mengharap pangeran pujaan hanya membuatmu tersiksa tak berkesudahan

Tidak ada yang salah dengan kriteria yang kau inginkan, pun tak ada dosa dengan apa-apa yang kau harapkan. Apalagi masalah hati. Tentu bagimu pilihan itu penting, terlebih kepadanya lah kau menaruh rasa. Berharap tak apa, namun ingat, cukup sekadarnya memuja. Apabila kau sudah tau rasanya bukan padamu.

Berhenti menyiksa diri, karena terus mengharap hanya akan membuatmu semakin sakit hati.

Advertisement

:: Bolehlah memperjuangkan cinta seperti yang kau inginkan tapi jangan kau lupakan ada dia juga yang mengusahakan

Dia yang tak kenal lelah berusaha, dia yang tak segan berkorban, dia pula lah yang tak pernah ragu meluangkan waktu kala tangismu tak terbendung untuk kau tumpahkan, bahunya senantiasa ada untuk kau jadikan sandaran. Meski dia tau, air matamu teruntuk pangeran pujaanmu, namun sungguh dia merelakan apapun untukmu, demi kebahagiaanmu. Mengesampingkan sakit hati tak masalah baginya. Melihat kau kembali tersenyum sudah cukup mengobati sakit yang ia derita.

:: Ketulusan yang dia tunjukkan boleh jadi sebentuk pengharapan

Sepertimu yang juga tak letih berjuang demi mendapatkan hatinya. Dia pun tak lekang hanya karena kau tidak menghiraukannya. Mungkin kini saatnya untukmu sejenak menghentikan langkah dan sedikit menghargai usahanya. Toh, kau sendiri sudah tau bahwa hatinya bukan untukmu.

Jadi apa salahnya jika kau mulai belajar menerimanya. Bukan sebagai pelarian melainkan sebagai pilihan seperti yang pernah kau tujukan untuknya.

:: Kau butuh dicintai sedang dia hanya ingin mencintai. Selanjutnya kalian hanya butuh saling melengkapi

Meratapi nasib hanya karena pangeran pujaan tak memilihmu sebagai permaisurinya?

Seharusnya bukan masalah jika saja kamu mau sedikit meredam emosimu dan membuka mata bahwa ada dia yang senantiasa menopangmu, tanpa lelah, tanpa keluh-kesah. Itu semua hanya demi seulas senyum tersungging dari bibirmu, kebahagiaanmu.

Jadi, apalagi yang kau pikirkan. Apakah masih akan terus mengejar sang pangeran pujaan yang jelas-jelas tak sedikit pun menaruh kesan padamu. Untuk apa? Bukankah kebahagiaan yang kau inginkan? Saling mencintai dan dicintai, bukan? Yap. Berhentilah mengharap ketidakpastian. Justru bersamanya lah kau akan belajar saling membahagiakan.