Hidup di dunia ini hanya sekali.

Itulah kenyataan. Tersadar cinta hanya bisa dirasakan saat ini, dan hanya bisa membahagiakan dalam kesempatan sekali ini, aku hanya inginkan satu, satu yang membuatku setia dan berusaha untuk membahagiakannya setiap saatku.
Aku tak ingin ditinggalkan lagi seperti mereka yang dulu ku cintai, yang telah pergi karena Tuhan lebih menyayangi, yang tak sempat aku buat bahagia sepenuh hati.

Sesak nafas ini mengingat mereka, tapi sudahlah aku hanya bisa berkirim doa. Albumkan kenangan itu. Karena kini aku memiliki lelaki yang menginginkanku menjadi masa depannya. Ini prinsipku untuk menerima dia apa adanya. Ini prinsipku untuk selalu membuatnya bahagia. Walau tak semulus jalan yang aku minta disetiap doa. Tapi aku selalu berusaha untuk menjadi wanita terbaik baginya.

Aku memang tak cantik seperti wanita-wanita masa lalunya, tapi aku berusaha berpenampilan seperti apa yang dia minta. Aku memang tak pintar, tapi aku tak akan pernah lelah untuk belajar. Aku memang tak rajin, tapi aku berusaha mengubah kebiasaanku itu dengan disiplin.

Walau… Kita begitu berbeda, bahkan aku akui sangat-sangatlah berbeda. Bebas cara hidupnya, begitu jauh dari lingkungan ku. Gaya bicaranya, sangat kontras dengan ucap ku… Cara berpikirnya, tak pernah sejalan denganku.
Tingkah laku ku, seringnya salah dimatanya. Bukankah perbedaan adalah hal terindah untuk menyatukan kebahagiaan? Itu yang selalu kuselipkan dalam benakku.

Advertisement

Karena inilah keputusanku saat ku memilihnya, menerimanya dengan segala yang ada padanya…. Dan inilah prinsipku, untuk membahagiakan satu laki-laki saja, selagi aku masih diberi kesempatan oleh Sang Pencipta. Di dunia yang hanya sekali ini aku bisa merasakan indahnya cinta. Karena setelah hidup ini nanti, aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan perasaan ini.

Mungkinkah aku masih bisa mencintainya,,,
Mungkinkah aku masih bisa membuat senyum indahnya,,,,
Mungkinkah aku masih bisa mengusap peluh diwajahnya,,,
Mungkinkah aku masih bisa membelai rambutnya ketika dia tertidur dipangkuanku…