Dia telah memutuskan. Menghapus segala perihal apapun yang terhubung pada kenangan. Menjadi diri yang baru tanpa beban perasaan. Menebarkan kebahagiaan. Itulah seharusnya dirinya yang sebenarnya. Seorang yang ceria, membawa tawa serta cinta.

Dan akhirnya sekarang, dia memastikan dirinya telah siap kembali menatap langit biru, menutup pintu-pintu untuk sementara waktu yang sesekali mampu membawa ingatan pada lelaki itu. Biarlah ia rehat untuk saat ini, untuk sementara waktu. Dia mengucapkan 'terima kasih' untuk pertemuan singkat yang membuatnya benar-benar ingat. Bahwa lelaki yang pernah menjanjikannya masa depan adalah bukan siapa-siapa.

Dan baginya, Pertemuan singkat sudah cukup melegakan. Setidaknya dia masih bisa menikmati perjalanan sebab dia menyukai apa-apa yang matanya sukai. Kamu. Dulu. Ah, tidak. Dia tidak mencemaskan apapun. Sebab baginya mempercayakan kebahagiaan pada tuhan adalah sebaik-baiknya menyimpan harapan. Sebab dia selalu percaya dengan hakikat bersyukur.

Saya bersyukur menemukannya waktu itu.Perkenalan tanpa banyak bicara, hanya saling melempar senyum. Mata yang saling bertemu. Hati yang tiba-tiba berpaut. Jatuh pada cinta memang indah awalnya. Setelahnya, tergantung bagaimana kau menafsirkan. Baginya, cinta berawal memang cepat berakhir sebelum sampai.

Itu ialah ingatan-ingatan yang menyejukkan. Senyuman menjelma kata-kata, dan menjadi kekaguman tersendiri ketika pandangan mata bersua.

Advertisement

Saya menyukai caranya saat menjagaku. Mengingatkan pada kenangan masa kecil ketika ayah tercinta melakukan hal serupa. Dan waktu itu maaf saya lupa untuk membisikan sesuatu yang hingga kini tertahan 'Kamu selalu membuatku berdecak kagum'.

Ya, dia menikmati kenangan singkat itu. Membuatnya selalu ingat pada lelaki itu. Lelaki yang selalu merajai dalam doa-doanya pada penciptanya. Dia sengaja selalu menyebut nama lelaki itu pada penciptanya, agar penciptanya tak pernah menghadirkan pesonanya kembali. Dia ingin bebas. Dia ingin lepas. Dia ingin ikhlas.

Sebab yang ku tahu, terkadang rindu adalah paket lengkap yang ingin segera disudahi.

Dan hari ini dia memutuskan untuk benar-benar berdamai dengan rasa. Dia memastikan dirinya harus selalu berbaik sangka. Dia mempercayakan semuanya pada pemilik semesta.

Kamu yang jauh adalah kumpulan urusan yang sebentar lagi tersegerakan. Bisa jadi kota kita sama atau terpisah ratusan kota sekarang. Namun kamu adalah salah satu alasan bahwa rindu akan selalu mengetuk pintu, dan tentunya kamu harus selalu ada untuk menemuinya. Nanti. Pokoknya harus. Dan pasti.

Sebentar lagi sampai. Kamu, saya dan kita hanya perlu berupaya lebih. Menjadi yang terbaik menurut versimu. Memperbaiki diri. Dan berprasangka baik pada setiap doa yang sedang meniti tangga menuju rumah Tuhan.

Dan sebentar lagi pasti sampai. Sebab pemilik semesta tak pernah membiarkan sebuah usaha yang terus menerus terabaikan. Sebab, dia Maha Penyayang.