Mendapat Gelar MBA di pendidikan suatu kebanggaan. Tapi, mendapat Gelar MBA di percintaan. Oh, no. Di sini kita tidak menghakimi tapi cuman mengingatkan: MASA DEPAN, LHO!

Wahai anak muda sepertinya ada sesuatu yang salah dengan dunia percintaan kalian. Bukan soal cintanya "cinta tidak pernah salah kok, tapi caranya menunjukkan cinta". Kalian boleh saja di masa muda cinta-cinta, pacar-pacaran, adek-adekan, kakak-kakakan atau abang-abangan, neng-nengan atau apalah. Tapi, mbok yo ingat Tuhan, ingat orang tuamu, ingat masa depanmu, ingat batasan! Apalagi kalian yang masih di bangku sekolah yang semuanya masih tergantung dari orang tua. Apa-apa duit orang tua. Kata om Mario sih "cinta bermodal duit orangtua". Jadi ingat batas dalam pacaran, jangan sampai kebablasan, pacaran yang ke arah positif. Jangan test packnya yang positif. Ini nih yang bahaya!

Dek… Adek sayang nggak ama abang? | Iya bang adek sayang.. | Kalau adek cinta, sayang ama abang mau nggak… berhubungan intim?

Nah loh. Ini bukan lagi cinta ini nafsu belaka yang berkedok cinta.

Kalian boleh saja mengikuti kekinian zaman sekarang, mengikuti arus pertemanan tapi jangan sampai terbawa arusnya… Kalian boleh saja bergaul sana-sini, tapi ingat jangan sampai mau digauli. Bukankah jauh lebih baik jika "nikah dulu baru kawin" dibandingkan "kawin dulu baru nikah"? MBA (Married By Accident) memiliki dampak yang negatif, lho. Kenapa?

Advertisement

Pertaman, membuat orang tua malu, orang tua mana yang tidak malu jika anaknya digunjingkan kesana kemari ini sama saja kita melemparkan batu kemuka orang tua kita. Selain itu, kamu akan merasa tertekan,bagi wanita ketika berbadan dua sebelum married kamu akan dikucilkan di pandang sebelah mata dengan orang yang ada di sekitarmu.

Nggak sampai di situ, setelah melahirkan siap atau tidak siap kamu harus merawat anak sendiri yang mungkin akan menambah beban. Bagi yang pria paksaan dari pihak wanita untuk bertanggung jawab membuatmu berpikir 7 keliling dan setelah nikah harus menafkahi keluarga kecilmu. Kamu tidak mungkin menafkahi anak istrimu cuman dengan "CINTA"

Toh cinta tidak menyediakan nasi di meja

Masa depanmu akan rusak, toh kamu sudah kebablasan kamu tidak mungkin lari dari apa yang telah kamu buat, harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah dilakukan dan terpaksa harus berhenti dari dunia pendidikan entah itu cuti hanya sesaat atau seterusnya.

Rasa bersalah akan selalu menghantuimu, berbuat dosa dengan seks bebas. Seharusnya sebelum menjalani sebuah hubungan harus mengandalkan Tuhan dan pacaran memiliki arah yang positif, tidak hanya soal kenikmatan duniawi saja.

Toh bukankah nama baik jauh lebih berhaga dari pada emas permata