Hai, selamat pagi masa lalu Tidak lelahkah kau selalu menyapaku setiap pagi di setiap hariku? Aku bosan. Bahkan sejak 7 tahun yang lalu semuanya sudah berakhir, tapi aku heran kenapa kau masih setia menyapaku. Heii, bahkan dia sudah menemukan masa depannya sekarang. Aku ingin tahu, apakah kau menyapanya juga seperti yang kau lakukan padaku setiap pagi? Kurasa tidak. Ahh, senang sekali kau menyiksaku dengan semua kenangan itu. Bisakah aku minta tolong kepadamu untuk membebaskanku? Aku ingin bebas menikmati masa sekarang dan nantiku, aku ingin melupakannya juga seperti yang dia lakukan padaku, aku ingin mencintai orang lain selain dia seperti yang dia lakukan juga. Kenapa hanya aku yang merasa terbuang padahal aku yang lebih mencintai, kenapa hanya aku yang terluka padahal aku yang lebih memahami? Apa harus seperti itu hakikat mencinta? Apakah mencintai harus se-mengerikan ini? Aku bahkan tidak bisa mencintai orang lain lagi sebesar aku mencintainya dulu. Aku tau kami berbeda, apa aku harus masuk kedalam dunia nya dulu baru dia akan melihatku? Apa aku harus menjadi wanita seperti yang dia inginkan baru dia akan menganggapku pantas? Sedangkan wanita pasti akan berusaha menjadi lebih baik lagi demi memantaskan diri untuk lelakinya. Aku masih ingat apa yang dia katakan dulu,

Kamu itu wanita baik-baik, akan sangat tidak pantas kalau orang lain melihat kamu bersamaku?

Dia pikir aku peduli? Tidak. Aku tidak peduli apa yang orang lain katakan. Bagiku, selama aku mencintainya, dia mencintaiku dan berjuang bersama, aku yakin semua tidak akan jadi masalah. Tapi sepertinya aku salah, dia tidak ingin berjuang bersamaku. Saat dia mengatakan lagi,

Aku tidak ingin membuat kamu berselisih dengan orang tuamu, aku tau mereka tidak menyukaiku. Teman-temanmu juga, kan? Maka dari itu lebih baik aku mundur. Kamu itu wanita baik-baik. Aku mencintaimu, tapi kita tidak bisa terus bersama dengan keadaan seperti ini.

Dan saat itu aku tertampar sangat keras oleh kenyataan baru, kesadaranku tergugah bahwa "DIA TIDAK PERNAH MENCINTAIKU". Kalau dia cinta, dia tidak akan menyerah bukan? Tidak bisakah dia berjuang bersamaku, sama-sama meyakinkan semua orang bahwa kami pantas bersama? Dia bilang dia mencintaiku? Bulshit! Aku benci semua omong kosong itu karena nyatanya dia tidak ingin berusaha lebih keras lagi demi cinta itu. Apa menjadi wanita baik-baik itu virus baginya? Apa aku harus menjadi wanita yang tidak baik baru dia akan berjuang bersamaku? Kenapa? Kenapa perbedaan itu selalu dia ungkit-ungkit seolah itu penyakit, kenapa perbedaan itu yang dijadikan alasan untuk meninggalkanku sehingga aku merasa bersalah telah menjadi wanita baik-baik. Aku hanya bisa tertawa getir jika mengingat semua kejadian itu, kejadian yang menjadikan hatiku mati sampai sekarang. Menjadikanku tidak berani membuka hati untuk sosok yang baru. Karena apa? Sosok nya terlalu indah untuk di gantikan. Meskipun dia berantakan, urakan, dll, tapi dia selalu bersikap lembut kepadaku, dia bisa menempatkan diri dengan baik disampingku, dia bisa menjadi kekasih, kakak, teman dan sahabat yang baik disaat yang bersamaan. Aku menemukan semua yang aku butuhkan padanya dan saat dia pergi, tidak ada lagi sosok yang sesempurna itu dimataku sampai aku merasa Tuhan memang menciptakan dia sebagai jodohku. Tapi mau dikata apa? Kenyataan yang ada tidak seindah harapan. Dia berbahagia dengan yang lain sementara aku sibuk berharap hatinya masih untukku dan suatu saat Tuhan akan mempertemukan kami dengan cara termudah yang bisa kami tempuh. Aku gagal move on? Ya benar, berkali-kali aku mencoba membuka hati tapi selalu berakhir menyesakkan karena aku tidak bisa memaksakan hatiku. Maka dari itu, hai masa lalu. Bisakah kau bekerja sama denganku? Jangan datang lagi pagi ini, biarkan aku hidup disaat ini dan nanti, dan kau? Pulanglah ke masa-mu. Tolong tinggalkan aku..