Aku tidak pernah menyesali setiap apapun cinta yang pernah kuberikan padamu, sekalipun pada saat kau harus pergi, bersama yang lain dan aku terus mencintaimu. Nampaknya seperti penghayal, pengharap dan seolah olah aku masih ada di dunia mimpi..

Mengharapkan cinta yang tak pernah pasti kapan kamu bisa kembali mencintai.. Kenangan dulu sekian lama nyatanya terlalu mendoktrin otak untuk tetap terus menyimpan, sekalipun rasanya hati ini tersayat. Tapi tak apa.

Aku tetap menikmati setiap inchi rasa secara detail mencintaimu. Itulah ketulusan yang aku punya… Rasanya aku ingin menyalahkan keadaan bahkan waktu, karna ini tidak adil. Tapi kembali aku tersadar, untuk apa aku menyalahkan, aku hanya perlu berdamai dengan waktu. Karena semua ini sudah menjadi takdirnya masing-masing manusia yang bernyawa. Okee.

Terlintas dari apa yang pernah aku rasa saat ini, terselip doa licik yang mengharapkanmu bisa merasakan sakitnya rasa yang aku punya saat ini. Ah tapi itu hanya sebuah doa dari manusia yang tersakiti. Maaf

Terus waktu berjalan, hari pun terasa memutar, bahkan rasa yang kupunya saat ini hanya tinggal serpihan yang seharusnya mudah hilang terbawa angin sekalipun. Tapi entah, rasanya masih saja mengendap dan sangat sulit untuk dihilangkan.

Advertisement

Saat ini aku sangat menggebu egois ingin secepatnya melenyapkan rasa ini, padahal aku tak perlu sesusah payah itu.

Ah sudahlah. Hanya harapan semata rasanya. Namun di satu ketika, ternyata waktu memberikan keadilannya. Memperlihatkan ketegasan bahwa inilah balasan untuk yang bersabar. Kamu berbalik memohon, sedikitnya penyesalanmu kini mulai hadir. Perlahan yang itu semua menurutku sangat menggangu. Bukan bagi diriku tapi bagi masa depanku, bolehkan aku tersenyum manja saat ini????

Melihat jutaan janji yang kamu lontarkan balik saat ini, biar aku iba kemudian berbalik arah untuk mencintaimu kembali. Maaf aku tak sebodoh itu. Setiap harinya usaha terbaik menurutmu untuk bisa merayu kembali hatiku nampaknya akan gagal, sekalipun saat ini rasa ini masih ada untukmu, tapi aku takan pernah bertingkah sebodoh itu.

Sangat aku ingat dengan begitu sadar begitu pengecutnya kamu saat meninggalkan ketulusan demi yg kau kagumi. Secepat itu, kamu memutar rasa. Selama ini aku berusaha, kemudian semudah itu kamu bilang "maaf untuk soal dulu "

Yaaaa. Maafmu sudah ku maafkan, aku memintamu dengan begitu keras saat ini untuk tidak mengganggu masa depanku, masa lalu telah kutinggalkan jauh. Bukan untuk aku kembali lagi, hanya sekedar aku toleh lalu aku melaju kembali ke arah masa depan terbaik yang sudah di depan mata.

Terima kasih atas banyak pelajaran sabar yang sangat berarti ini, pelajaran bagaimana caranya mencintai tanpa harus dengan kasar memaksamu untuk mencintaiku, pelajaran terbaik adalah cara bagaimana aku memilih masa depanku dari topeng yang kau tampilkan indah hanya untuk dilihat.

Sekarang pintaku tak banyak. Kau cukup berbalik arah, pergi jauh dari semua tentang kehidupanku, sekali saja kamu merayu dengan akting paling hebat bisa saja membalikan hatiku untuk bisa kembali cintai kamu, tapi aku sekarang sudah belajar caranya berjuang melupakan rasa yang terlalu sakit untuk dirasa jika harus mencintaimu.

Salam hangat untuk wanita yang kau pilih itu, meskipun sekarang kau selalu menyangkal akan hal itu.

Ah, itu semua akting manismu lagi, aku sudah paham. Aku sudah berjalan maju ke depan, sekalipun aku merangkak aku takan pernah menoleh kembali ke arahmu, masa depanku sedang mengusahakan banyak untukku, sedang berjuang untukku.

Jadi ku mohon pergilah dan jangan pernah kembali ke arahku