Mendengar kata "rokok", apa yang terlintas di dalam benak kalian ketika mendengar kata tersebut? Sebagian besar kaum perempuan membenci hal tersebut dan sebaliknya untuk para kaum pria yang identik dengan kata tersebut. Pembahasan terkait rokok memang tidak pernah ada habisnya, apalagi saat ini rokok lagi jadi trending topic terkait kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga rokok maupun cukai rokok.

Apakah ada pro dan kontra? Pastinya ada, mengingat banyak pihak yang terkait baik itu dari pemerintah, pabrik rokok itu sendiri maupun dari berbagai lapisan masyarkat. Sebagaimana pepatah mengatakan "Tidak ada api maka tidak ada asap" begitupun juga dengan adanya wacana untuk menaikkan harga rokok maupun cukainya, tidak lain dan tidak bukan peyebab utamanya adalah usaha pemerintah untuk menekan maupun mengurangi angka perokok aktif.

Tidak cuma pemerintah yang sudah gencar menekan angka perokok aktif tetapi dari berbagai elemen masyarakat sudah mulai sadar akan bahaya dari rokok. Jangan heran jika kalian menemukan tanda Kawasan Bebas Rokok di kampus-kampus yang biasanya berlatar kesehatan, kafe ataupun tempat nongkrong anak muda serta fasilitas umum.

Pada dasarnya setiap manusia memiliki yang namanya hak dan kewajiban, begitupun dengan perokok aktif yang memiliki hak untuk merokok dan itu sebabnya sebagian fasilitas umum menyediakan smoking area. Harapannya smoking area bisa digunakan sesuai dengan fungsinya dan para perokok tidak merokok di tempat sembarangan.

Terkait wacana pemerintah akan menaikkan harga rokok, apakah ini akan berhasil untuk menurunkan jumlah perokok aktif? Pertanyaan semacam ini lagi banyak diperbincangkan di berbagai media dan yang perlu dipahami bahwa setiap kebijakan pasti ada postif dan negatifnya. Asumsinya, jika harga rokok naik akan membuat para perokok bisa mencari alternatif lain untuk menekan biaya pengeluaran membeli rokok. Karena dengan 50 ribu bisa dapat tiga bungkus, akan tetapi dampak dari kenaikan rokok hanya mendapat satu bungkus saja atau ada yang berfikir untuk beralih ke rokok tradisional? Atau ada niatan untuk berhenti? Mungkin sebagian ada yang akan melakukan hal tersebut tapi tidak banyak. Mengapa seperti itu?

Advertisement

Jangankan harga rokoknya yang naik, Penyakit-penyakit yang timbul karena rokok saja tidak mereka hiraukan. Padahal nih yah, tuh penyakit bukan penyakit yang ringan dan mudah disembuhkan misalnya kanker.

"Duh duh,,orang yang sakit kanker saja ngelakuin banyak cara pengobatan untuk bisa sembuh. Ini malah nyarik penyakit"

"Apakah mungkin mereka yang merokok tidak tahu seberapa bahayanya rokok?"

"Hello, guys. Ini jaman sudah jaman modern, jaman di mana balita aja sudah mainnya gedget dan internet. Kalo gak tau tinggal search aja di google bahaya merokok apa saja pasti deh muncul tuh. Mereka itu bukannya tidak tahu tapi tidak ingin tahu"

Untuk semua para perokok, jikan kalian tidak memperdulikan kami orang yang disekitar kalian maka coba berikan sedikit rasa peduli kalian untuk orang-orang yang kalian sayang mungkin yang punya istri dan anak apalagi anaknya masih kecil dan lucu-lucunya tuh atau yang punya adik-kakak atau yang punya pacar. Kalo kalian tidak ingin kehilangan mereka atau minimal tidak ingin melihat mereka menderita sakit karena perilkau rokok kalian so berubahlah untuk mereka yang kalian sayang. Jika cara ini tidak bisa membuat hatimu tersentuh coba deh kamu peduli sama diri kalian sendiri. Ini bukan tentang siapa tapi tentang diri kalian sendiri yang jadi perhatian pemerintah bagaimana bisa membuat kalian untuk tidak merokok lagi.

Sulit? Aku bukan perokok tapi aku bisa menjawab bahwa sulit untuk bisa berhenti merokok. Kok bisa? Karena yang namanya ketergantungan itu sulit untuk dihentikan. Sulit bukan berarti tidak bisa yah, pasti banyak cara untuk bisa menghentikan kebiasaan merokok. Apapun caranya yang paling penting adalah niat untuk berhenti dengan kesadaran diri kalian sendiri. Tidak penting seberapa banyak orang yang menasehati kalian jika belum ada keasadaran dari diri kalian sendiri itu tidak akan berhasil.

Apakah harus menunggu kalian harus kehilangan orang yang kalian sayang karena efek dari asap rokok baru kalian mau berhenti? Atau apakah kalian harus sakit dulu baru kalian sadar? Kalau itu terjadi maka sungguh itu adalah sesuatu yang sangat merugikan guys. Sudah banyak yang mengalami hal tersebut dan jadilah orang yang bijak karena orang yang bijak adalah orang yang mampu belajar dari kegagalan orang lain untuk tidak menjalani jalan yang sama.

Jika hal itu belum membuatmu sadar, maka sesekali kunjungilan rumah sakit. Kalian tidak perlu mencari mana pasien yang sakit akibat dari rokok, tetapi temuilah pasien yang ingin kalian temui dan ajaklah berbincang-bincang. Tanyalah bagaimana perasaannya dan apa keiinginannya? Maka disitu kalian akan menemukan satu keinginan mereka yang sering kita lupakan yaitu keinginan untuk sembuh dan hidup sehat.

"Jaman kakek nenek dan buyutku, mereka bisa tuh sehat dan hidup sampai 50 tahun keatas meskipun mereka merokok"

"Itu kan jaman kakek nenek dan buyut lhoh yang jamannya belum ada fast food, makanan dengan berformalin bahkan minuman bersianida, polusi masih tidak beretebaran dimana-mana, transportasi masih ada sepeda ontel."

"emang ada hubungannya?"

"tentu ada, jaman sekarang dengan segalanya yang serba modern semakin banyak faktor pendukung dan mempercepat munculnya penyakit akibat rokok itu sendiri."

"Mau ngerokok atau tidak tetap saja ujung-ujungnya mati"

"Yaelah kalo itu sih uda mutlak pasti terjadi pada setiap Mahluk-Nya yang bernyawa, hanya saja ada masa menunggu dimana setiap orang akan menghadapi ajalnya apakah menjalaninya dalam keadaan sehat atau dalam keadaan sakit-sakitan. Itu pilihan loh, loh yang yang memilih, loh yang menjalani dan loh yang menikmati. Life is a choice, guys."

Sederhananya kalau kalian merasa rokok itu baik, adakah dari kalian yang menyuruh anak, istri/suami, cucu kalian untuk merokok? Pada dasarnya kami tidak peduli kalian yang merokok terkena penyakit kanker, jantung dan sebagainya, karena kalian saja tidak peduli pada kami yang tidak merokok. Terdengarnya begitu jahat tapi kenyataannya ini yang terjadi kami tidak ingin mengganggu kalian dan begitu sebaliknya kalian tidak mengganggu kami. Belajarlah berusaha peduli pada diri kalian sendiri karena itu adalah yang paling dasar.

"Kalau tidak merokok itu nggak kelihatan maco, keren, gaul"

"Cowok yang keren dan maco di mata cewek adalah cowok yang setia dan bertanggung jawab terlebih lagi berani untuk datang ke orang tua untuk melamar dan menikahi"

"Ngerokok cuma pas lagi stres, lagi banyak masalah, suntuk dan butuh inspirasi"

"Ngerokoknya setiap hari berarti stresnya tiap hari dong? Yaelah kalian tuh Mahluk beragama percaya akan Tuhan, kalo lagi ada masalah yang curhatnya sama Tuhan bukannya merokok. Itu sih namanya nyiksa diri loh."

"Kok bisa?"

"Iya bisalah, masalah belum kelar, stres masih ada, uang habis gara-gara ngerokok berbungkus-bungkus, susah tidur imbasnya sama kesehatan menurun".

Bagi kami yang tidak merokok, pesan dan harapan kami hanya satu yaitu jangan jadikan kami sebagai perokok pasif. Kalian memiliki hak untuk merokok dan kewajiban kalian adalah tidak membiarkan kami menjadi perokok pasif. Jika kalian tidak bisa memenuhi kewajiban kalian maka jangan pernah meminta hak kalian.

Kami yang tidak merokok dan menjauhi rokok untuk menjalani hidup yang sehat dan jangan kalian hancurkan dengan asap dari rokok kalian. Di dalam agama sudah disebutkan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lain. So, please guys yang dibagi-bagi itu yang bermanfaat dong misalnya traktir makan, traktir beliin kuota, ini malah asap rokok yang dibagi-bagi yang asapnya saja kalian enggan untuk menghirupnya dan itu sebabnya dihembuskan atau dikeluarkan apalagi kami yang tidak merokok.