Hai, kamu yang sekarang telah terdaftar dari bagian hari-hariku, aku hanya mau bilang terimakasih karena telah mau menyediakan waktu untuk mengisi absensi buku kehidupanku tanpa ada kata alfa sekalipun.

Oiya, sudah 184 hari kita bersama (sampai tulisan ini tertulis), yang saat ini aku ingin mengungkapkan banyak terimakasih buat kamu.

Terimakasih Telah Membantuku Untuk Membuka Hati

Kamu, adalah salah satu dari sekian banyak orang yang telah berhasil membantuku membuka hati, membantuku belajar mencintai, dan membantuku untuk menyayangi orang lain selain keluarga dan sahabatku. Terimakasih untuk hal ini-yang aku sendiri ngga pernah menyangka akan melabuhkan hatiku kepadamu. Sampai saatnya aku berfikir, agar Tuhan menjatuh-cintakan aku sejatuh-jatuhnya, apabila kamu orang yang sangat tepat yang telah dikirim untukku.

Terimakasih juga karena telah membantuku membuka hati untuk mulai mengutarakan sedikit demi sedikit keluh kesahku yang telah lama kusimpan rapi dalam hatiku.

Advertisement

Terimakasih Telah Mengenalkanku Pada Keluargamu

Terimakasih karena waktu itu kamu mau mengajakku untuk berjabat tangan dengan kedua orangtuamu. Terimakasih buat keluargamu yang mau mengulurkan tangan untuk menjabat tanganku saat aku merasa kikuk ketika pertama kali bertemu dengan mereka. Terimakasih, karena dengan memperkenalkan aku dengan keluargamu, aku belajar dari kamu, bahwa kamu bangga dengan keluargamu. Terimakasih untuk sambutan (yang menurutku) hangat dari keluargamu. Terimakasih karena telah mengajakku pada beberapa momen keluargamu, dan terimakasih untuk beberapa candaan kecil yang hadir untuk menciptakan tawa.

Terimakasih Telah Menerima Paketan kekurangan Dari Diriku

Kamu, orang baru pertama yang berhasil membantuku mengenalkanmu dengan paketan kekurangan dalam diri dan hidupku. Terimakasih karena masih mau bertahan setelah tahu kekurangan dari kisah keluargaku yang selalu ingin kusembunyikan. Terimakasih untuk nasehatmu, yang memintaku untuk bisa memafkan lagi dan lagi. Terimakasih karena telah menerima paket kekurangan dan kelebihanku. Dan terimakasih, karena dari kamu aku lebih belajar lagi untuk bisa menerima orang lain dengan 'paketan' yang ia miliki.

Terimakasih Sudah Mau Bercerita Tentang Hari-Harimu

Terimakasih karena aku bisa menjadi orang yang kamu ceritakan tentang kegiatan hari-harimu selain keluargamu. Terimakasih karena kamu mau berkeluh kesah denganku, bercerita tentang pekerjaanmu, dan terimakasih telah mau meminta pendapatku dalam beberapa hal. Setidaknya, aku merasa hadirku dihargai sama kamu. Terimakasih.

Terimakasih Telah Mempercayakan Aku Sebagai Teman Hidupmu Saat Ini

Terimakasih karena telah memilihku menjadi teman hidupmu saat ini, karena dengan demikian, aku merasa menjadi pemenang dalam hal membuatmu jatuh cinta terhadap lawan jenismu (hohoho). Terimakasih karena kamu telah mau berbagi kasihmu, sabarmu, nasehatmu, candaanmu dan kesalmu terhadapku. Terimakasih buat keseriusanmu dalam menjalani hubungan, terimakasih buat prinsipmu yang satu itu-yang setiap kali aku mengingatnya, aku merasa sempurna.

Aku hanya ingin bilang, tetap jadi kamu yang sederhana, yang telah mau menerima aku beserta 'paketan' yang kumiliki, tetap jadi kamu yang aku jadikan tempat curhatku selain keluargaku dan sahabatku. Entah nanti dikemudian hari kita akan 'beneran' dipersatukan atau tidak, setidaknya aku banyak belajar dari kamu. Dan sekali lagi, aku mau bilang, terimakasih, pacarku.