Sejak aku di lahirkan ke dunia yang indah ini,tentu aku mempunyai satu wanita terhebat di hidupku. Wanita yang menjaga kehidupanku sejak aku tertanam di dalam perutnya,sejak ruh ku di tiupkan oleh yang maha kuasa hingga aku bisa sebesar ini, hanya dia yang selalu ada bersama ku di setiap hari yang ku lalui. Wanita hebat yang mempertaruhkan hidupnya hanya untuk anaknya, wanita yang berani mempertaruhkan kebahagiaannya asal anak-anaknya bahagia, wanita yang selalu bisa tersenyum sesulit apapun keadaanya. Ya, wanita hebat aku sering ku panggil “BUNDA”.

Hallo bunda, apakabar dengan dirimu di rumah? Beberapa tahun belakangan ini kita di paksa oleh keadaan yang membuat tempat tinggal kita berjauhan. Sedih sebenarnya perasaanku ketika harus terbangun dari fajar tanpa ocehan dirimu yang sangat nyaring lebih nyaring dari alarm yang ku punya, namun apa daya aku harus meneruskan pendidikan ku dan pekerjaan ku di kota besar ini agar aku bisa membanggakan mu kelak. Selama aku tidak tinggal serumah denganmu banyak pelajaran yang ku dapat,banyak hal yang ternyata kecil namun mempunyai arti yang besar.

KINI AKU TAHU HIDUP ITU TAK SEMUDAH YANG AKU BAYANGKAN!

Bunda, kini aku tahu bagaimana susahnya seseorang bertahan hidup. Aku tahu bagaimana susahnya mencari rupiah dengan mengeluarkan keringatku sendiri, aku tahu bagaimana susahnya membereskan rumah , mencuci baju hingga menyiapkan makan. Semua itu membutuhkan tenaga,pikiran dan pengorbanan. Ternyata hidup tak semudah dan tak seindah yang ku bayangkan selama ini, dimana aku hanya menerima rupiah darimu lalu kubelikan sesuatu yang ku mau tanpa berfikir lama. Sekarang aku sering termenung bila ingat bagaimana borosnya aku dahulu, barang yang tak penting pun aku pinta hanya karena tuntutan mode dan zaman. Tak jarang pun aku marah kepadamu bila yang ku inginkan tak engkau turuti, sekarang aku tahu bagaimana susah nya mencari rupiah. Maafkan kebodohanku bunda di masa lalu yang mungkin pernah membuat mu jengkel.

INGIN SEKALI KU RASAKAN LAGI, BANGUN DI PAGI HARI KARENA OCEHAN MU YANG NYARING.

Advertisement

Sudah hampir 4 tahun belakang ini aku tak pernah mendengar suara nyaringmu di setiap bangun pagiku saat akan beraktifitas. Rindu sekali rasanya aku di bangunkan olehmu di pagi hari dengan suara nyaringmu yang cirri khas, hingga ocehan mu yang jengkel karena membangunkan ku berkali-kali namun aku tak juga bangun. Dulu memang aku sebal sekali rasanya mendengar ocehan mu setiap pagi, gendang telinga ku serasa mau pecah mendengar kebawelan mu di pagi hari yang lebih nyaring dari pada alarm di hp dan jam weker di atas lemariku, biasanya suara itu pun tak akan berhenti aku dengar sampai aku benar-benar terbangun dan mengambil handuk lalu berjalan ke kamar mandi. Berbeda dengan sekarang dimana aku harus terbiasa bangun sendiri tanpa ocehan darimu, hanya alarm di hp dan jam weker lah harapanku di pagi hari. Beberapa kali pun aku telat bangun yang membuat kegiatanku menjadi kacau, terlambat ke tempat bekerja atau ke kampus sekarang tak jarang aku lakukan. Kini aku tahu semua berawal dari hal kecil, hal kecil yang berarti besar sebenarnya. Maafkan aku bunda bila kemarin sering membuat mu jengkel setiap pagi.

TERIMAKASIH TELAH MENJADI BUNDA YANG DEMOKRATIS TAK PERNAH MEMAKSAKAN KEHENDAKNYA, DAN BISA MENJADI IBU SEKALIGUS SAHABAT UNTUK KU

Disaat banyak orang tua yang otoriter, terimakasih engkau bisa menjadi bunda yang demokratis yang tak pernah memaksakan kehendakmu kepada anakmu. Dari kecil aku tak pernah di ajarkan untuk memaksakan kehendak ku sendiri, aku selalu di ajarkan untuk musyawarah dalam mengambil keputusan bersama. Mungkin hal inilah yang membuat aku dan bunda begitu dekat layaknya seorang sahabat. Bunda tak pernah memberi ku jarak bahwa kita adalah anak dan orang tua dalam banyak hal, hanya dalam hal tertentu itu berlaku. Dari aku kecil bunda membiasakan aku bercerita tentang apapun yang aku rasakan dan aku lalui,sampai sekarang pun itu masih berlaku. Bunda seperti sahabat dekatku mulai dari masalah asmara hingga kejadian kejadian yang aku alami selalu aku ceritakan padanya, aku tak pernah takut salah cerita atau dia marah karena ceritaku, karena bunda tahu bagaimana cara memberi tahuku bila aku salah layaknya seorang sahabat member masukan kepada shabatnya. Begitupun dengan bunda yang selalu bercerita kepadaku tentang apapun yang ia lalui. Kebiasaan ini salah satunya yang membuatku meneteskan air mata saat jauh darimu, hanya bisa bercerita lewat suara selalu membuatku rindu.

BUNDA SELALU MENGAJARKANKU AGAR MENJADI PRIBADI YANG KUAT DALAM MENGHADAPI BERBAGAI MACAM COBAAN YANG AKAN DATANG.

Bunda, engkau pernah bilang bahwa hidup itu tidak mudah dan aku harus bisa menjadi pribadi yang kuat dalam menjalaninya, karena dalam hidup taakan luput dari cobaan yang akan datang dan pergi. Hidup adalah perjalanan yang akan berakhir bergantung dari kerja keras ynag telah kita lakukan, hidup itu perlu proses dalam proses itulah kita berusaha dan berdoa agar bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Sekarang, aku rasa engkau telah berhasil menjadikan ku pribadi yang kuat ketika di hantam gelombang cobaan yang selalu datang. Engkaulah salah satunya alasan ku selalu kuat bertahan dan berusaha menjalani hidup ini. Sekarang aku sudah besar sudah waktunya aku yang berusaha agar bisa membahagiakanmu.,membiarkan telapak tangamu tetap halus tak kasar seperti dulu.

MASAKANMU YANG SELALU MEMBUAT HATIKU BERTERIAK “AKU INGIN PULANG!!”

Tak ada masakan yang paling enak yang pernah aku temui selain masakan yang kau buat, masakan yang selalu mengingatkanku dengan dirimu dan rumah, masakan yang selalu membuat nafsu makan ku tinggi. Rindu akan masakanmu selalu ku rasakan, kau bagaikan koki handal di dapurmu sendiri. Sering aku membuat masakan seperti yang kau buat sendiri, namun entah mengapa lidahku tetap berkata tak seenak yang kau buat. Mungkin memang tak sanggup diri ini merantau jauh dari dirimu.

Bunda, terimakasih engkau telah menjadi bunda terhebat di hidupku, telah sabar membesarkanku hingga bisa seperti ini. Memberikanku banyak pelajaran hidup yang berarti sehingga aku bisa menjalani hidupku sekarang ini. Terimakasih untuk jutaan waktu yang kau luangkan hanya untukku. Aku tahu betul bagaimana perjuanganmu membesarkanku menjadi ibu sekaligus ayah untukku. sungguh itu tak mudah, tapi kau melewati semua itu dengan tulus dengan senyuman yang menawan dari wajahmu. Sekarang aku yang harus berusaha dan bertekad membahagiakanmu! Doakan aku selalu bunda agar aku bisa membalas semua jasamu di sepanjang hidupku.