1. Tidak ada orang yang benar-benar tahu kamu selain dirimu sendiri

Seberapa seringpun kau bergaul dengan seseorang atau menghabiskan waktu denganmu, bahkan seluruh hal tentangmu telah kau curahkan, pasti terdapat satu hal yang tersimpan rapat dalam dirimu. Itulah hal yang benar-benar menjadi jati dirimu. Jauhi tindakan keseringan meminta pendapat orang lain tentang bagaimana dirimu. Apa yang kurang darimu? Apa yang baik darimu? Itu hanya akan membuatmu fokus pada hal yang sama sekali membuat kenyamanan untuk orang lain, bukan dari dirimu yang sesungguhnya. Jadi, benahi hal yang butuh perhatian darimu. Yang menurutmu baik pasti akan baik, hanya lakukan saja. Hal baik akan membawa kebaikan untukmu.

Terdapat banyak orang yang membagikan setiap hal dalam dirinya kepada orang lain; ide, gagasan, dan pandangan brilian yang tidak terpikirkan oleh orang lain. Secara tidak langsung, mereka merugikan diri sendiri dan membangun ide bagi orang lain. Idenya akan dikembangkan oleh orang lain dan dia tidak mendapat apa-apa. Kenapa demikian? Mereka tidak tahu apa yang mereka punya dan bagaimana menggagasnya dalam sebuah aksi.

Jadi kenali dirimu, kenali hal yang terkecil sekalipun, hingga hal terbesar dalam dirimu yang sifatnya membangun sekaligus merugikanmu.

2. Fokuslah pada hal-hal yang sifatnya membangun

Terdapat tiga jenis sifat manusia di dunia ini. Pertama, memahami dirinya dan tahu sisi terbaik darinya. Melalui ide dan pemikiran, dia membangun kepercayaan diri dari hal yang menurutnya baik dan membawa keuntungan. Kedua, ciri ini lebih banyak dimiliki oleh manusia, yakni mampu membaca situasi dan mengambil ide dari hal yang datang dari luar dirinya. Baik dari orang lain ataupun dari sekitar. Tipe ini biasanya gemar bergaul dan melihat hal-hal yang berkembang dan selalu mengikuti perkembangan.

Ketiga, ciri ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang jeli dan matang dalam pengetahuan dan pengalaman. Ialah mereka yang memadukan ide yang terdapat dari pikirannya, dengan hal luar yang sejalan dan membangun ide yang digagasnya. Biasanya mereka menaruh sentuhan manis pada setiap karya ataupun hal yang dihasilkan. Dari ketiga ciri tersebut, tidaklah terlepas dari persoalan untung dan rugi, menjatuhkan ataupun membangun. Untuk memperkecil sisi kejatuhan, tatalah ruang untuk hal-hal yang sifatnya membangun dan mendewasakanmu. Ambil lebih banyak kegagalan dan telaah kenapa hal itu bisa terjadi, lalu biaskan kegagalan tersebut dengan sisi kematanganmu.

3. Tidak ada orang yang gagal, hanya yang malas dan terlalu takut untuk menghadapi kegagalan

Dalam sebuah usaha ataupun perjuangan, hanya akan sampai pada dua tujuan; gagal dan berhasil. Kedua tujuan tersebut adalah wujud dari proses yang dijalani. Kesetiaanmu dalam setiap proses akan menunjukkanmu pada sebuah keberhasilan dan sebaliknya. Namun, ada hal sederhana yang kadang kita lupa dan terlalu kita takutkan. Bahwa dalam sebuah usaha atau pekerjaan yang kita lakukan terdapat satu hal pasti yang akan kita tuju. Di antara kedua hasil atau tujuan tersebut, sebenarnya kita sudah sampai pada sebuah tujuan meski hanya dalam langkah pertama; yakni kegagalan.

Kegagalan adalah hal mutlak yang pasti akan kita dapatkan. Apabila di awal langkah kita sudah tahu akan menemukan sebuah kegagalan, maka jangan terlalu menuhankan ketakutanmu akannya. Jika kegagalan bukan lagi urusan tawar menawar, hal yang perlu difokuskan hanyalah keberhasilan. Kegagalan ada karena ada keberhasilan sebagai pembandingnya. Jadi, lakukan saja setiap proses dan jangan mengerjakannya dengan setengah-setengah. Sebab kegagalan adalah harga mati, dan keberhasilan adalah fokus yang dikejar dengan diuji. Hanya terdapat dua hal yang setia di dunia ini; anjing yang sudah tua dan proses yang benar. Mereka tidak akan pernah berkhianat pada pemiliknya.

4. Jangan habiskan waktu untuk menghidupi komentar yang tidak membangun

Apapun yang kita lakukan, kita hidup di antara ribuan, bahkan jutaan manusia yang melihat kita. Seorang manusia saja belum tentu memiliki hanya satu pemikiran dan pandangan, apalagi untuk seribu, bahkan sejuta. Jadi, hal baik dan hal buruk sekalipun yang akan kamu lakukan pasti terdapat orang yang pro dan kontra dengan perlakuanmu.

Pandangan atau pemikiran yang sependapat denganmu, akan setuju dan menunjukkan dukungannya akan usahamu. Lalu yang kontra denganmu akan mencibir dan memberi komentar, bahkan kritik yang akan menjatuhkan dirimu. Hanya fokus saja pada hal yang membangun, toh sumbernya dari dirimu sendiri. Untung dan ruginya jelas sudah kamu pertimbangkan sebelumnya. Jangan menghabiskan waktu untuk mengurusi komentar yang tidak membangun sama sekali. Berusahalah memperbaiki dan memoles hal yang sudah kamu kerjakan, lalu suguhkan dengan sisi terbaik yang kamu punya.

Setuju dan ketidaksetujuan juga hal yang pasti.

5. Banyak orang yang menginginkan kejatuhanmu, buktikan jika kamu kuat untuk bangkit walau sering jatuh

Dalam memulai sebuah langkah, setiap orang akan menilai kamu, bahkan orang yang tidak kamu kenal sekalipun akan berkata apapun tentangmu. Lalu yang lain akan mencela-cela dan menunjukkan ketidaksenangannya dengan pekerjaanmu. Kejatuhan hanya dialami oleh orang atau hal yang berada di atas. Tidak ada orang yang jatuh apabila dia duduk atau tertidur saja. Bersyukurlah jika kamu jatuh, itu berarti kamu sudah berada di atas. Tekadkan dalam hati bahwa kejatuhan adalah landasan untuk lompatan yang lebih tinggi lagi.

Orang atau pribadi yang benar-benar mengenalmu tidak akan melakukan hal yang demikian. Sebab mereka tahu yang kamu lakukan adalah baik dan akan berdiri di belakangmu. Jatuhlah sesering mungkin dan jangan lupa bangkit dan melompat untuk lebih tinggi lagi.

6. Jangan bergaul dengan orang yang tidak membawa keuntungan bagimu

Keuntungan yang saya maksudkan tidak selamanya soal materi saja. Keuntungan berupa pemikiran dan pandangan yang baik ialah juga berupa keuntungan. Jangan malu untuk merasa bodoh di antara orang-orang besar yang kamu hormati. Bergabunglah dengan mereka walau kamu rugi beberapa uang ataupun materi. Ambillah pemikiran, ide, dan waktu mereka. Itu adalah keuntungan yang tidak ternilai dengan materi harganya.

Orang-orang yang memiliki wawasan sempit hanya akan mencuri darimu, jauhi mereka. Jangan berikan waktumu untuk meladeninya. Meski mereka akan mencapmu dengan kata sombong, biarkan saja. Cercaannya tidak akan mempengaruhimu. Perbanyaklah pergaulan dengan orang-orang besar, belajarlah dari sikap dan penghargaannya akan waktu. Jangan segan untuk bertanya, curi idenya lalu kolaborasikan dengan ide yang ingin kamu kerjakan. Perpaduan dari idenya dengan gagasanmu, akan menghadirkan hal atau warna baru.

7. Jangan menganggap orang yang baik itu bodoh, barangkali mereka menilai kamu dibalik kebaikannya

Terdapat banyak orang yang setia dengan kebaikannya. Ada yang tidak mengharapkan apa-apa darimu tapi selalu berbuat kebaikan. Jangan pergunakan kebaikan mereka untuk membodohi bahkan menginjak-injak mereka.

Jangan lupa berterima kasih dan berbuat baiklah sebisamu kepada mereka yang berbuat baik tersebut. Jangan menganggapnya bodoh dan bisa kamu permainkan. Karena dibalik kebaikannya, mungkin mereka sedang menilai bagaimana kamu sebenarnya. Ketika mereka menemukan kebenaran tersebut, kamu akan dihadapkan pada dua hal. Dibantunya dan beriringan dengannya atau akan ditinggalkannya dan tidak masuk dalam perhitungan mereka. Mereka baik bukan karena mereka mempunyai banyak untuk dihabiskan sia-sia, tetapi karena kesadaran bahwa berbuat kebaikan tidak akan mengurangi kepunyaan mereka.

8. Jadilah teladan dari semua tingkah lakumu

Hal pertama yang kamu harus punya dalam memulai sebuah usaha atau hal yang akan dikerjakan adalah tatalah perilakumu. Dari pergaulan dengan sekitar dan banyaknya orang yang kamu temui, akan membentuk kepribadianmu. Ambillah hal-hal yang menurutmu baik, perbuatlah demikian.

Apabila kamu terbiasa dengan kebaikan dalam diri sendiri, kamu akan terbiasa dengan hal tersebut. Bentuklah kepribadian yang teladan, baik dilihat ataupun tanpa terlihat oleh orang lain. Jangan coba-coba memerankan kepura-puraan, itu akan sangat merugikanmu. Jadilah dirimu sendiri, jangan manis di depan saja, karena kepura-puraan tidak akan bertahan lama dan kamu akan kebingungan jika sudah kehabisan peran untuk dimainkan.

9. Jangan biarkan orang lain menakar kemampuanmu

Kembali lagi kamu diingatkan untuk menyimpan kemampuanmu sebenarnya, jangan ceritakan semua hal secara rinci kepada orang lain tentang dirimu. Apabila orang lain sudah terlanjur mengukur kemampuanmu, modifikasilah kreativitas-kreativitas yang membuatmu terlihat besar dan bukan jenis orang yang mudah diprediksi. Jangan masuk dalam permainan emosi semata. Lihatlah ke dalam dirimu, dan temukan kemampuan terbaikmu.

Apabila kamu masuk dalam permainan emosi sesaat, kamu akan dihadapkan dalam kegagalan yang mutlak. Jadi, letakkanlah mutiaramu pada kotak emas pula.

10. Tuhan tidak membawamu sejauh ini untuk sebuah kegagalan

Dalam banyak hal, terkadang kita dihadapkan pada perenungan dan mengutuk keadilan Tuhan. Bukan hanya karena kita merasa salah arah atau salah diarahkan, tetapi juga karena kita terlalu sibuk mendramatisir kelemahan kita.

Banyak pilihan yang diberikan pada kita untuk diperbuat. Hanya saja, kita fokus pada hal yang membuat kita gagal tanpa menoleh pada langkah lain yang mengeluarkan kita dari kegagalan tersebut. Atau mungkin kita sudah melakukan lebih dari satu hal untuk hasil yang ingin kita tuju, namun gagal juga.

Janganlah patah keyakinan akan kebesaran Sang Kuasa. Jika Dia ingin kamu gagal, maka Dia tidak akan membawamu sejauh ini untuk hal tersebut. Bisa saja Dia melenyapkanmu sekehendakNya dari dunia ini jika Dia ingin, begitulah kalimat kasarnya. Tetapi Dia membawa kamu sejauh ini, karena Dia menaruh harapan padamu dan seberapa setia perjuanganmu akan itu. Ujian hanya datang untuk orang-orang yang pantas untuk diuji dan siap untuk diuji. Jadi kerjakan saja bagianmu, pasrahkan hasil akhir padaNya.