Kamu yang tiba-tiba sangat kubenci melebihi apapun. Kamu yang tiba-tiba membuatku illfeel karena sifatmu yang kadang-kadang menyebalkan tapi. Kamu juga apa yang tiba-tiba kurindukan ditengah kebencian. Kamu yang tiba-tiba membuatku peduli ditengah keapatisan. Kamu yang kehadirannya selalu ku harapkan ditengah kegalauan. Kamu yang selalu membuatku tersenyum ketika kesedihan itu bersamaku. Kamu yang membuatku cemburu hebat tanpa status yang jelas. Kamu yang mengajarkan bagaimana menghargai orang yang lebih dewasa. Kamu yang membuatku merasa nyaman saat bersamamu dan kamu juga yang tidak akan pernah diterima dikeluarga besarku karena kesalahanmu dimasalalu dan status yang ada padamu sekarang karena kesalahan masalalu itu.

Ya, Kamu yang selalu ada, mengerti dan membuatku nyaman. Maaf karena Aku tidak bisa membelamu di depan mereka. Maaf karena tidak pernah memperkenalkanmu didepan mereka sebagai priaku. Maaf karena aku tidak bisa berbuat apa-apa saat semua orang yang kusayang dan peduli denganku melarangku memiliki hubungan lebih denganmu. Maaf umtuk aku yang tidak pernah memilihmu saat dihadapkan pilihan antara kamu dan ayah-ibukuu. Maaf untuk semua keegoisanku yang selalu kamu mengerti tapi terimakasih karena walau apapun yang terjadi, bagaimanapun kamu kecewa, marah dan berusaha tidak peduli tentang aku saat aku benar-benar membuatmu kecewa dan marah, kamu tetap menyediakan pundak untukku bersandar, telinga untuk mendengar semua keluhanku, mulut untuk memberiku motivasi untuk bangkit, tangan untuk menghapus air mata yang tidak sengaja menetes dan rangkulan hangat untuk membuatku merasa aman saat bersamamu.

Saat ditanya bagaimana aku ke kamu, aku hanya bisa gigit jari sambil berfikir apa yang sebenarnya kurasakan dan ku inginkan darimu, orang yang kuinginkan selalu ada bersamaku tapi kadang kubenci lebih dari apapun. Rasa cemburu yang berlebihan tiba-tiba muncul saat melihatmu bersama orang lain dan disaat yang bersamaan aku dan kamu tidak punya hubungan apa-apa.

Keadaan kadang membuatku sangat merindukan sosokmu dan berharap Kamu ada tapi keadaan juga kadang membuatku tak ingin melihatmu atau bahkan tak ingin Kamu ada dikehidupanku. Apakah sebuah keegoisan cinta ketika Aku bersamamu?

Untukmu sosok pria yang selalu kubicarakan dengan Tuhanku, semoga kamu selalu mengerti keadaanku dan semoga kelak kamu akan dipertemukan dengan seseorang yang menerimamu tanpa melihat masalalumu yang kelam. Karena kamu berhak bahagia tanpa bayangan masalalu yang harusnya dilupakan.

Advertisement

Dariku wanita yang memberimu tempat istimewa dan tidak sempat memperkenalkanmu didepan keluargaku sebagai priaku.