Penyesalan akhirnya hanya yang bisa kita lakukan ketika kita kehilangan seseorang yang berarti dalam keluargamu. Ya, orang tua kita. Dalam penyesalan itu ingatan kita akan terbang ke beberapa tahun sebelumnya.

Masa remaja, kita habiskan dengan puas bermain dan bergaul dengan teman-teman, sahabat-sahabat kita. Saat ini kita akan berusaha memaklumi karena masa remaja memang masa dimana kita sedang asik-asiknya bermain, mencoba banyak hal untuk kesenangan belaka. Selain belajar dan sekolah. Kita masih memaklumi bahwa saat itu kita belum terlalu memahami momen berharga dengan keluarga.

Memasuki masa-masa sebagai seorang mahasiswa, kita disibukkan oleh rutinitas perkuliahan dan kegiatan-kegiatan diluar itu. Kita berpikir, demi masa depan yang cerah. Demi membuat orang tua kita bangga dengan apa yang sudah kita raih. Kita berpikir bahwa keluarga kita akan sangat memaklumi segala kesibukkan itu.

Sampai akhirnya kita memasuki masa-masa sebagai orang dewasa. Kesibukkan kita menjadi fokus dalam dunia pekerjaan atau passion kita. Lagi-lagi kita berpikir, kita melakukan itu semua untuk orang tua kita dan keluarga kita akan memaklumi kesibukan kita. Lagi.

Dan di suatu titik, kita menengok sebentar kedua orang tua kita. Menyadari keduanya semakin di makan usia. Tapi, pikiran itu hanya sekedar mampir lalu pergi. Kemudian, kita kembali pada kesibukkan kita.

Advertisement

Satu kata yang sudah disebutkan di awal, penyesalan. Hingga suatu kehilangan lah yang membuat kita menyesal dan menyadari sedikit sekali waktu yang kita sediakan untuk orang tua kita, juga keluarga hangat kita. Mungkin tak hanya sekali-dua kali kita berpikir, keluarga adalah salah satu tempat yang akan selalu siap membukakan pintu untuk kita. Tak kemana-mana. Tapi, mungkin kita juga sempat lupa bahwa keluarga adalah pemberian Tuhan yang sangat berharga. Dan kita tahu, sesuatu yang berharga seharusnya dijaga, dirawat dengan baik.

Sebelum penyesalan itu benar-benar datang, sediakan waktu kita untuk keluarga kita. Khusus, bukan sekedar ketika 'sempat'. Karena sekedar 'sempat' itu yang terkadang menyebabkan penyesalan kita semakin besar. Jangan sampai ada, "Ah, andaikan saat aku pulang, aku lebih memilih berbincang dengan ibu. Menanyakan kabarnya, mengajaknya medical check up, jalan-jalan dan lainnya. Bukan pergi ke kafe sekedar menghabiskan waktu sendiri dengan segelas kopi yang toh akhirnya habis kuminum."

Sediakan waktu kita untuk menjaga, merawat mereka dengan sepenuh kasih sayang. Luangkan waktu untuk tertawa bersama dengan mereka. Habiskan waktu dengan berbagi kebahagiaan