Hanya seuntai bait ini yang melepas kepergianmu.

Kala Jiwa meninggalkan raga, air mata ini mengungkapkan kesedihannya.

Kala Jiwa meninggalkan raga, hati ini mengungkapkan rasa sakit hatinya.

Hati dan pikiran ini seakan melawankehendak dari sang pencipta.

Bahkan Bibir ini berkata Kepada sang pemilik kehidupan "Kenapa Tuhan mengambilnya dari Hidupku?"

Tapi apa dayaku? Takdir sudah berkata demikian.

Aku hanya bisa mendoakan, mengikhlaskan dan merelakan kepergianmu dari hidupku.

Berat memang melihatmu untuk pergi. Pergi dan tak akan kembali ke hidupku. Dan aku tak akan melihat Ragamu lagi. Ketahuilah, aku akan selalu merindukan dirimu dan segala kenangan yang pernah kita miliki bersama. Sekarang kita sudah ada di dunia yang berbeda. Kamu telah mendahului ke surga. Dan dari sini aku mendoakan, Doa yang bukan hanya seuntaian kata-kata, bahkan air mata mengalir menerjemahkan arti dari setiap doaku yang terucap untukmu.