Memiliki predikat jomblo akut atau jomblo kelas Cumlaude seharusnya membuat kita bangga. Karena sebenarnya kita telah memiliki cara yang berbeda untuk menata hidup menuju masa depan yang lebih baik, jomblo? Masalah Buat Lho?

Tulisan ini mungkin akan membuat para jomblo di luar sana merasa bangga. Tulisan ini memang sedikit bernada pembenaran diri atas status jomblo yang diderita sang penulis. Namun, sudah saatnya sekarang kita membuka mata dunia, bahwa menjadi jomblo itu adalah pilihan yang sudah sangat tepat, karena sebenarnya kita telah memiliki cara yang berbeda untuk menata masa depan yang lebih baik, tanpa harus mengotori diri dengan yang namanya pacaran. Buat kamu yang sedang pacaran, jangan bangga dulu sebelum baca tulisan ini.

Untuk ukuran dunia saat ini, memiliki pacar adalah sesuatu yang memiliki prestise yang sangat tinggi. Para muda-mudi seperti berlomba-lomba mencari pasangan hidup yang belum tentu dibawa hingga ke jenjang pernikahan. Para muda-mudi seperti berada pada pasar loak, mencari pasangan hidup seperti memilih baju, pasang ini pasang itu, coba ini coba itu, kalau tidak cocok tinggal lepas, pakai sebentar, merasa kurang percaya diri, lepas lagi, kalau tidak cocok cari lagi ke tempat yang lainnya. Begitu terus hingga mendapat yang dirasa cocok, yang padahal mencari jodoh bukanlah sama dengan cara mencari baju di pasar loak, tidak cocok tinggal lepas, kurang cocok tinggal di tinggalkan saja.

Para muda-mudi modern saat ini memiliki tren tersendiri masalah pacaran. Yang memiliki pacar, Congratulation karena kamu sudah bisa dianggap sebagai pemuda-pemudi gaul dan ngehit. Namun mohon maaf, bagi kamu yang belum atau tidak memiliki pacar, Be Patient karena orang-orang yang ada di sekitar kamu akan sibuk menertawakanmu. “Hari gini belum punya pacar? Apa kata dunia?” Padahal jika dunia bisa berbicara, dunia pasti sudah menampar orang yang berkata seperti itu. Karena dunia ini tak menyukai model pacaran yang berlaku pada saat ini, dunia ini sudah muak dan jijik dengan dating style yang berlaku di zaman yang dikatakan modern ini.

Berbicara mengenai pacaran, saya merasa perlu untuk membahas hal ini. Banyak orang di sekitar saya yang begitu cerewet dengan status yang sedang saya emban saat ini. Status sebagai seorang jomblo, tetapi saya lebih senang dipanggil jomblo cumlaud. Kenapa? Karena jomblo ini setidaknya lebih bermartabat, daripada pacaran dengan cara yang tidak benar, yang hanya merusak diri sendiri dan anak orang lain. Seperti yang saya bilang, anak orang itu bukan pakaian di pasar loak, yang tinggal dipilih-pilih, terus dicoba, kalau tak cocok tinggal lepas and say good bye.

Advertisement

Saya sebagai penulis bukan berusaha untuk menjadikan tulisan ini sebagai suatu bentuk pembenaran semata, karena tulisan ini bukan hanya semata pembenaran, karena tulisan ini memang sudah benar, lantas mengapa saya harus mencari pembenaran untuk sesuatu yang sudah benar? Pacaran di saat kondisi masih mengemis dari kedua orang tua bukanlah suatu hal yang dapat dibenarkan. Bro… jangan bangga dengan pacar kamu saat ini karena justru saya malu dengan dirimu yang berusaha menghidupi diri sendiri dan anak orang lain dengan uang hasil mengemis dari orang tua.

Mari kita telusuri lagi masalah pacaran yang kamu bilang gaul itu. Saat ini kamu masih menjadi mahasiswa, jauh dari orang tua. Orang tua di rumah tahunya kamu kuliah saja di kampus, bukan untuk pacaran. Orang tua di rumah banting tulang agar kamu bisa tetap kuliah, sedangkan kamu sendiri di kampus atau di tempat perantauan menggunakan hasil keringatnya hanya untuk berfoya-foya, apa saya harus bangga dengan tindakan yang kamu lakukan? Think it again bro…

Setiap hari pacar kamu punya jadwal untuk di jemput, pacar kamu sudah tiba-tiba berubah menjadi seorang tuan putri. Padahal dia hanyalah anak orang yang belum menjadi kewajiban buat kamu tanggung. Dengan begitu bangga kamu pamerkan itu cewek di hadapan teman-temanmu, semakin banyak orang tercengang, maka akan semakin bangga dirimu. Akan tetapi sadar tidak Bro, kalau orang tuamu sendiri yang ingin diantar olehmu ke pasar saja susahnya minta ampun? Hey ibu kamu itu adalah orang yang menyebabkan kamu ada di dunia, tetapi kamu malah lebih mementingkan sang pacar daripada ibumu. Apakah menjadi orang gaul itu harus mendustakan ibu? Hello… Yang saya tahu, anak gaul itu pintar, bukan bodoh seperti tingkah lakumu itu. Itu bukan gaul Bro, tetapi norak.

Bro, kamu merasa bangga ketika nama-nama mantanmu semakin banyak bukan? Tidakkah kamu sadar Bro, secara tak sengaja semakin banyak mantan yang kamu miliki, semakin banyak kegagalan yang kamu miliki dalam menjalani komitmen terhadap orang lain. Sadar tidak Bro, semakin banyak mantan yang kamu miliki justru membuat kamu semakin banyak musuh? Lantas itu yang membuat kamu harus bangga dengan banyak mantan? Buat kamu yang jadi mantan, maaf, kamu sudah jadi barang bekas. Setahu saya, barang bekas itu harganya sudah mulai turun, bahkan menjadi tidak berharga lagi. Semoga kamu bisa sadar dengan rasa kebanggaanmu yang sedang memiliki pacar saat ini.

Bro, saya bukannya tidak laku. Bukannya tidak memiliki tampang yang bagus untuk laku di pasaran. Tetapi saya hanya masih merasa belum siap untuk memasarkan diri saya sendiri. Saya malu pacaran sebelum punya gelar. Saya malu pacaran sebelum bisa menghasilkan uang sendiri. Saya malu pacaran sebelum orang tua saya menikmati hasil keringat saya sendiri. Saya malu pacaran sebelum adik-adik saya bisa saya biayai sekolah, dan saya malu pacaran dengan modal dari orang tua. Haram bagi saya untuk pacaran dengan keringat orang tua. Saya merasa malu untuk memasarkan diri saya karena saya masih merasa belum menjadi produk jadi yang siap dipasarkan. Saya belum mau masuk pasar sebelum jadi barang jadi dan mapan, seperti kamu yang hanya jadi barang setengah jadi namun dengan sangat sombong menjual diri di pasar loak. Bro, saya tidak pacaran karena saya sedang membentuk harga saya sendiri, yang jelas, saya tidak mau jadi barang yang murahan. Kalau ibarat suatu produk, saya ingin menjadi produk yang mahal, langka, dan berkualias tinggi di pasaran, yang tidak di retur karena mengalami gangguan kualitas.

So Bro… sekali lagi jangan terlalu bangga dengan pacar yang kamu miliki saat ini. Jangan sombong. Saya bukan tidak laku, tetapi saya sedang pilih-pilih calon ibu yang cocok untuk anak saya kelak. Saya tidak mau asal beli produk. Anak-anak saya harus dapat seorang ibu yang kelak bisa mengasuh dan membimbing dengan baik, sehingga kelak mereka bisa menjadi anak yang pintar dan cerdas, serta berguna bagi nusa dan bangsa.