Hewan yang katanya sahabat manusia ternyata masih kerap diperlakukan tidak semestinya oleh manusia. Mereka yang tidak punya hati menyiksa sesama makhluk hidup dengan cara tidak wajar dan tidak semestinya. Padahal mereka tidak pernah mengusik hidup kita ataupun menyerang kita. Percayalah hewan menyerang kita karena kita yang memulai. Sama halnya jika seseorang melemparkan batu kepada orang lain otomatis orang itu akan menyerang kita, ya kan guys?

Kekerasan pada hewan kerap terjadi di mana-mana. Bahkan sekarang hewan-hewan liar yang seharusnya hidup di alam bebas dipaksa untuk tinggal di tempat yang tidak semestinya mereka tinggal, bahkan dipekerjakan dengan cara paksa dan siksaan.

Pernahkah kalian melihat pertunjukan lumba-lumba yang ilegal? Mungkin kalian sangat terhibur dan takjub dengan aksi pintar si lumba-lumba, tapi apakah kalian tahu bagaimana kah cara pemilik pertunjukan itu memperlakukan si lumba-lumba? Lumba-lumba tersebut diambil dari habitatnya dan dimasukan kedalam box yang berukuran pas dengan badannya, bahkan kurang dari ukuran badannya. Dengan air secukupnya dan box yang sangat sempit lumba-lumba dibawa pergi jauh dari habitatnya dan dipisahkan dari kerumunanya. Kemudian ia dipaksa untuk melakukan apa yang diperintahkan manusia hanya dengan imbalan sepotong ikan kecil untuk makanannya. Miris sekali kan? Ya, itulah yang dilakukan manusia untuk menghasilkan uang tapi tanpa memikirkan bahwa hewan tersebut juga memiliki rasa lelah dan ingin hidup bebas. Padahal lumba-lumba dikenal sebagai sahabat manusia dan sering membantu nelayan untuk menggiring ikan masuk ke dalam jaring, tapi kok malah dia yang dijaring dan disiksa ya 🙁

Tak hanya lumba-lumba, singa, harimau, beruang dan hewan-hewan pemangsa itu pun bisa juga menjadi korban kekerasan manusia terhadap hewan. Sama seperti halnya lumba-lumba yang diambil dari habitatnya, mereka bahkan ditembak kemudian disuntik jinak yang bertujuan untuk menumbangkan kekuatan si hewan agar tidak memangsa si manusia. Kemudian mereka diperlakukan secara paksa oleh si manusia agar melakukan aksi sirkus keliling yang sering kita temui di setiap daerah.

Bukan hanya itu saja, kekerasan terhadap hewan bisa juga ditemukan di sekitar kita. Misal saja anjing-anjing liar yang dijadikan eksperimen, seperti berita seekor anjing liar yang diikat badannya kemudian di dalam mulutnya dimasukkan petasan kemudian diledakkan. Ke mana hati nurani mereka? Sebercanda itukah nyawa si anjing? Tidak habis pikir dengan kelakuan mereka yang memperlakukan hal itu pada anjing tak berdosa.

Advertisement

Bukan hanya itu saja, sering kali kita menemukan seseorang yang memukuli seekor anjing dengan sebuah batu agar si anjing berhenti mengejar. Cara mengusir mereka bukanlah seperti itu! Tentu kalian tahu kerasnya batu dan pasti kalian tahu kan bagaimana rasanya jika batu-batu itu dilemparkan pada kita. Tak terjadi pada anjing, kucing binatang yang katanya punya 9 nyawa itu juga kerap menjadi korban kekerasan manusia. Mereka hanya mengharapkan sisa makanan dari mereka tapi mereka mendapatkan guyuran air, pukulan bahkan diracun :'(

So guys, stop ya menyakiti hewan ataupun merusak habitat juga mengusik ketenangan mereka. Mereka juga mempunyai naluri lho. Jika kalian menyakiti mereka, mereka akan menyerang kalian, jika kalian menolong mereka, mereka juga menolong kita. Bahkan sering kita jumpai di acara-acara televisi seseorang bersahabat dengan hewan-hewan liar yang ganas dan karnivora. Tapi apa yang mereka lakukan? Mereka bersahabat dan bergurau bersama orang tersebut dengan ceria tanpa menyakiti orang itu sama sekali.

Sayangilah mereka maka mereka akan menyayangimu pula, lestarikan mereka dan berikan mereka hak untuk hidup bebas. Semoga kekerasan pada hewan bisa lebih berkurang yaa 🙂