Wajar jika Suami berpaling karena istri tidak cantik lagi? Benarkah Mak? Jika ada pasangan suami istri yang rumah tangganya harus berakhir dengan ketok palu karena hadirnya wanita lain, hati saya rasanya ikut sakit Mak. Rasanya sebuah ikatan pernikahan yang sakral hanya dianggap mainan.

Akan sangat menyesakkan dada, jika ada suami yang tergoda pada wanita lain dengan alasan istri sudah tidak menarik lagi. Kemanakah janji manis yang dulu diucapkan saat melamar? Ingatkah saat Ijab Qabul terucap, Arsy-Nya berguncang karena beratnya perjanjian yang di buat oleh manusia di depan Rabb-Nya. Sudah menjadi sifat alami manusia ya Mak, siapa yang mau disalahkan? Jangankan dalam keadaan sudah benar disalahkan. Pada saat sudah salah dan disalahkan tak akan mudah menerimanya. Seringkali reaksinya malah balik menyalahkan.

Begitu juga dalam kasus perselingkuhan ini. Si suami bilang istri sudah tidak seperti dulu, tidak bisa menjaga penampilan, sukanya ngomel, dan sebagainya. Sehingga membuat dia berpaling. Jika benar bagimu istrimu tidak lagi semenarik dulu, tanyalah pada hatimu. Apa yang sudah kamu lakukan sehingga istrimu menjadi wanita yang pemurung? Beban apa yang sudah kamu pikulkan ke pundak istrimu hingga dia menjadi sosok yang tidak lagi menarik di hadapanmu.

Istri yang dirasa tidak secantik dulu, itu juga karena andilmu. Dia rela mengandung dan melahirkan keturunanmu dengan taruhan nyawa. Meninggalkan parut di kulit, sekaligus membuatnya kehilangan bentuk tubuh idealnya yang dulu sangat kau puja. Tangannya yang dahulu mulus, kau gandeng kemana-mana, sekarang kasar karena setiap hari bergumul dengan cucian. Belum lagi rengekan bergantian dari anak-anak yang selalu kamu banggakan, membuatnya lupa merawat diri bahkan hanya untuk sekedar menyisir rambutnya.

Jika dirasa istri sudah tidak menarik, kenapa suami tidak berusaha mengembalikan pesona istrinya lagi? Melebihkan jatah bulanan, menawarkan istri untuk perawatan ke salon kecantikan, mendaftarkan Istri kelas senam kebugaran untuk mengembalikan bentuk tubuh seperti dulu. Bahkan, membantu meringankan pekerjaan rumah tangga Istri dan memeluknya sambil mengucapkan terimakasih menjadi hal yang sangat membahagiakan.

Advertisement

Perselingkuhan itu tidak akan pernah benar dilihat dari sisi manapun. Perselingkuhan itu menyakitkan pasangan. Menari di atas tangisan tulang rusukmu sendiri. Mematahkan hati bahkan hidup Ibu dari keturunanmu. Sebuah hubungan yang berawal dari pengkhianatan tidak akan pernah berjalan pada jalur yang benar kan Mak? Sebuah hubungan terlarang yang melanggar norma Agama maupun norma masyarakat, tidak akan ada ketenangan dalam menjalaninya.

Seyogyanya, wanita yang "terpilih" menyandang label "wanita lain" pun bisa berfikir dengan logika, bukan karena emosi semata. Bahwa apa yang di lakukan dengan merebut seseorang dari tangan-tangan dari sebuah rumah bernama keluarga adalah hal yang salah. Merebut Suami wanita lain itu bukan prestasi. Menjadi penyebab sebuah keluarga berantakan itu adalah kesalahan besar. Sesuatu yang direnggut paksa dari pemiliknya, jelas itu mengambil yang bukan menjadi hak nya. Akan menorehkan luka panjang dan dalam pada jiwa-jiwa yang kehilangan. Akan ada banyak air mata tertumpah dan doa yang menyertainya. Bukankah doa orang yang ter dzalimi akan dikabulkan?