Saat putus, telepon temen buat curhat, ngeluarin unek-unek:

A: " Gue ga tau salah gue apa, tiba-tiba cowok gue mutusin gue lewat telepon.. Padahal ga ada masalah apapun antara gue dan dia.. Semua terlihat baik-baik aja koq.. "

B: " Bersyukurlah putus saat hubungannya pacaran doank, ya ga jodoh itu namanya.. Coba deh bayangin kalo uda nikah, jlebnya lebih pake banget kan.. "

A: " Lah, diputusin bersyukur, ahh ga tau deh, yang jelas gue masih sakit hati.. "

B: "Percaya dan imani saja, semua akan indah pada waktuNya koq.. Tugas lo sekarang Ampuni, Ikhlaskan.. "

A: "Amin.. Semoga yah.. " (tapi masih nyimpan bete)

Beberapa bulan kemudian, dengar mantan married ma orang lain, curhat kabeh..

A: " Mantan gue nikah, padahal hati gue masih sakit, masih perlu waktu buat penyembuhan dan pemulihan, ibarat tanah kuburan, belum kering.. Gila kan? Otaknya dimana c.. "

C: " Otaknya diwarung padang tuh.. "(ngakak)

D: " Whoah berarti selama ini lo diduain tuh.. kalo gue ga salah terka yah, coba deh lo pikirin selama ma lo ada yang mencurigakan ga.. "

A: " Iya yah, bener banget omongan lo, pantes aja dia ga berani ketemu gue, adiknya juga tiba-tiba ngilang dari contact bbm gue.. "

B: " Hush.. Mulut kalian tu yahh.. A, Bersyukurlah, lo ga jadi married ma tu cowo, kesetiaan lo tu mahal jadi ga cocok buat cowo murahan, Tuhan sayang ma lo, makanya Tuhan ijinkan itu semua terjadi dan Tuhan ijinkan lo melihat mana yang punya tabiat ga bagus, daripada lo capek hati nantinyah.. Belajar melepas apa yang lo genggam.. Tuhan sedang proses pria hebat buat jadi pendamping lo koq.. Asal lo berserah.. Beriman, bukan cuma ber"Amin" aja.. Uda tutup buku masa lalu.. Ampuni, Ikhlasin.. "

A: " Ih, masa iya c, orang kek gitu, uda salah didoain.. Amin aja deh.. Semoga aja apa yang lo bilang n ajarin tu bisa gue lakuin yah.. " (tapi masih simpan dendam)

B: " Amin.. "

Pernah mengalami proses macam A itu..? Ato pernah jadi B? Yang mengingatkan untuk selalu bersyukur? Ato jadi C dan D yang selalu jadi bumbu penyedap? Bersyukur setelah melalui proses menyakitkan. Bersyukur setelah kehilangan orang yang dikasihi. Bersyukur setelah dikhianati. Emang bisa? Bisa dong, setiap yang terjadi dalam hidup kita, selalu ada hikmah yang bisa kita ambil. Hikmah positif yang selalu bisa kita syukuri. Tapi manusiawi melihat satu musibah itu dianggap apes/kesialan/sue ato apalah-apalah namanya.

Artikel saya kali ini sekilas bercerita tentang rasa syukur saya karena kebaikan Tuhan dalam hidup saya, yang mengijinkan saya menjadi lebih dewasa. Awal cerita, mungkin tentang putus cinta dan sakit hati karena pengkhianatan. Hohoho.. Dahulu, saya adalah pribadi yang jauh dari sikap bersyukur, jauh dari Tuhan, ibadahpun enggan rasanya, kalaupun saya ibadah semata karena saya berpikir itu hal biasa seperti bekerja, cuma bedanya ga intens mesti dilakukan setiap hari.

Setiap masalah yang ada menjadikan saya semakin jauh dan tak lagi percaya Tuhan itu punya rencana jauh lebih indah dari setiap mimpi dan harapan saya. Ketika orang yang saya kasihi, memutuskan pergi meninggalkan saya, saya bukannya melihat kebaikan Tuhan dalam hidup saya, tapi selalu menyalahkan Tuhan itu ga adil, Tuhan itu jahat, Tuhan ga ingin saya bahagia dan semua hujatan selalu saya tunjukkan untuk Tuhan.

Advertisement

Masalah demi masalah silih berganti hadir, saya bisa mengatakan kepada setiap orang Tuhan punya rencana indah buat hidup kita, tapi ucapan cuma sekedar ucapan tanpa iman, tanpa kepercayaan, maka ga ada itu namanya mujizat, kalaupun mujizat itu ada, saya berpikir saya sedang hoki.

Acapkali, saya pergi mengunjungi berbagai paranormal ga jelas, yang selalu saja membuat saya menjadi penasaran. Tiap kali putus dari pacarpun, saya ga lupa untuk mampir bertanya ke paranormal terdekat dikota saya.. Seringkali saya berusaha untuk mengakhiri hidup saya, berpikir kalau masalah saya akan hilang apabila saya sudah tiada.. (Yang uda pernah ngalamin putus asa gegara cinta, pasti tau rasanya hilang harapan alias hopeless..)

Tapi Tuhan tidak membiarkan saya tenggelam dalam setiap masalah dan rasa khawatir saya. Hingga suatu hari, saat ibadah dihari Minggu siang, tanggal 21 Februari 2016, ada satu mujizat luar biasa yang menghampiri saya.. Kesaksian dari Pdm Efraim Ferdinand yang membuat saya berubah total, merasa terberkati.. Rasa khawatir, rasa takut menjauhkan kita dari berkat juga Mujizat yang ada. Lagu yang dibawakan setelah kesaksianpun, terngiang selalu ditelinga saya;

"JalanMu tak terselami

Oleh setiap hati kami

Namun satu hal ku percaya

Ada rencana yang indah

Tiada terduga kasihMu

Heran dan besar bagiku

Arti kehadiranMu selalu

Nyata didalam hidupku

Reff:

PenyertaanMu sempurna

RancanganMu penuh damai

Aman dan sejahtera walau ditengah badai

Ingin ku slalu bersama

Rasakan keindahan

Arti kehadiranMu Tuhan.."

Setelah kembali dari ibadah, saya mulai kehidupan baru saya. Belajar untuk menyerahkan setiap kekhawatiran saya, belajar untuk pasrah kepada Tuhan, belajar untuk mengimani setiap kebaikan Tuhan dalam hidup saya, juga belajar untuk mengampuni dan mendoakan. Sekarang, bagi saya, hidup itu tentang bagaimana bersyukur. Bersyukur buat setiap kebaikan Tuhan dalam hidup saya.

Bersyukur karena setiap masalah yang ada, memproses saya menjadi saya yang jauh lebih siap, jauh lebih tangguh.. Satu lagu pujian yang mengingatkan saya tentang proses pendewasaan, memiliki lirik seperti ini: "Bagaikan bejana siap dibentuk, demikian hidupku ditangan-Mu.." Jatuh itu biasa, tapi satu hal yang pasti Tuhan ga akan membiarkan kita jatuh sampai tersungkur kok. Proses jadi bejana indahpun panjang dan berliku-liku lho. Ditempa besi panas, Dipukuli bukan cuma pake tangan.. (proses ini cuma produsen "Vas Mahal" yang tahulah..)

Proses yang ada memang menyakitkan, tapi coba kita bandingkan, lebih sakit mana antara sakit dikhianati pacar dengan rasa sakit yang Tuhan derita saat disalibkan? Hi People.. Rasa sakit kamu dan saya itu ga seberapa.. Cuma seujung kuku.. Mereka yang datang, bisa aja jadi berkat, bisa juga datang untuk memberikan pelajaran baru.. Tuhan ijinkan mereka hadir lalu pergi demi membentuk kita menjadi kita yang lebih tangguh, kita yang lebih memahami rencana Tuhan. Percaya deh, Rasa syukur kita ga akan pernah sia-sia.. Buat kalian yang selalu aja ngedumelin kebahagiaan orang lain diluar sana, inget satu hal: Apa yang kita lihat mungkin indah, mungkin baik, tapi taukah kalian, berapa banyak proses yang mereka lalui untuk bahagia, berapa banyak air mata yang mereka tumpahkan, berapa banyak masa jatuh bangkit untuk mereka bahagia?

Saya mungkin tidak mengetahui masalah yang kalian miliki, keadaan yang sedang kalian alami, saya cuma mau mengingatkan: Berhentilah Ngedumel, Perbanyak Bersyukur, Belajar Ber"Iman", Perbanyak Ucapan Berkat, Belajar Mengikhlaskan, dan Jadilah Berkat buat orang lain.. Bersyukur masih bisa bernafas, di ICU sana, ada orang lain berjuang untuk bernafas lewat oksigen. Bersyukur masih punya fisik lengkap, diluar sana ada banyak orang terlahir cacat tanpa kaki yang menunggu para pendonor demi untuk sekedar ngerasain bagaimana rasanya bisa berjalan. Bersyukur saat putus cinta, dunia kamu ga lantas berhenti dan layu koq.. Tuhan tahu apa yang kita butuhkan jauh lebih indah dari apa yang kita harapkan.. Keep On Fire.. Mujizat selalu ada buat kita yang melewati setiap proses hidup dengan Ucapan Syukur..

"Bersyukurlah kalau kita masih bisa "pusing", karena "pusing" adalah salah satu tanda atau bukti karena kita masih punya kepala.."