Sungguh, kesanggupan diri adalah mengupayakan segala bentuk ketaatan diri kepada manusia pendamping bersama manusia-manusia titipan kelak yang sejatinya ialah mereka yang membuat jalan hidup ini semakin dekat dengan pencapaian surga dariNya. Dan sungguh, bentuk cinta kepada mereka akan mengupayakan diri ini menjadikan sosok pribadi yang berusaha membersamai rintisan jalan kemuliaan di dalam sebuah tujuan hidup pencapai keridhoanNya.

Tidak ada yang sangat jelas mengetahui peristiwa apa yang kan menjadi miliknya didepannya kelak, maka itulah yang menjadi sebuah teka-teki yang paling seru. Tidak serta merta menebak-nebak tentang apa yang kan terjadi, namun selalu mengupayakan jawaban demi jawabannya sama dengan apa yang telah menjadi harapan benar yang akan dibenarkanNya.

Sungguh, Kesanggupan diri adalah terus belajar memahami apa fungsinya pribadi dalam upaya kesediaannya untuk membersamai cita seorang adam yang sama-sama menginginkan adanya sebuah surga yang terjanjikan nyata. Memahami sebuah peran luar biasa yang disanggupi seorang hawa didalam hidup dunianya, menjadi pendidik utama, pendamping hidup, dan tiang negara yang baik dan tak akan salah jika terpilih.

Sungguh, Surgaku di PermudahNya dengan pengupayaan diri agar syarat pintu manapun sebuah surga dapat dimasuki dengan mudahnya, melalui sholatku, puasaku, penjagaan diriku, dan ketaatanku. Maka, kesanggupan akhir adalah membuat keempat-empat cara tersebut dapat terpenuhi dalam diri.