Saya sejujurnya tidak pernah menulis surat ini dan sekolah pun tidak menyuruh saya. Tetapi saya berpikir, Kenapa tidak? Sebelumnya, saya ingin minta maaf bila gaya penulisan Bahasa Indonesia saya tidak terlalu bagus. Saya menulis surat ini karena saya tahu betapa ujian bisa membuat kalian stress. Walaupun saya tidak selalu mengenal setiap dari kalian secara personal (tetapi saya ingin mengenal setiap dari kalian tanpa pengecualian), saya ingin memberi tahu pada kalian bahwa saya sangat mengasihi kalian dan satu-satunya hal yang saya inginkan dari kalian adalah supaya kalian bahagia.

Percayalah ketika saya mengatakan bahwa kebahagiaan sejati tidaklah datang dari mendapat nilai 100 di ujian kalian. Apakah ini berarti kalian tidak perlu belajar atau apakah ujian tidak penting? Tentu saja tidak. Ujian itu penting tetapi kesuksesan kamu tidak ditentukan hanya dari nilai yang kamu terima. Kesuksesan kamu di masa depan ditentukan oleh siapa diri kamu dan bila kamu mau mengembangkannya.

Tuhan sudah menjadikan kamu luar biasa sejak kamu lahir. Kamu sudah memiliki bakat yang bisa kamu salurkan agar dunia ini menjadi tempat yang lebih baik. Kamu tidak perlu mencari pengakuan dari siapapun bahwa kamu itu luar biasa. Saya menghargai dan mengasihi kamu apa adanya, tidak peduli berapapun nilai kamu. Nilai kamu tidak pernah mencerminkan harga dirimu dan jangan sampai kamu merasa seperti itu.

Mungkin kamu tidak menyukai belajar tetapi hanya dengan kecintaanmu belajar sajalah, kamu bisa meraih mimpimu. Satu-satunya hal yang saya tuntut dari kamu adalah untuk memberikan komitmen dan usaha 100% dalam meraih cita-citamu, apapun itu. Ingat, hanya kamu lah yang bisa membuat hidupmu berhasil dan bukan orang lain. Tetapi, saya juga tahu bahwa terlalu banyak belajar bisa membuatmu capai dan stress. Karena itu, nikmatilah hidup! Belajarlah dengan sangat rajin tetapi jangan pernah lupa untuk bermain ketika kamu memang membutuhkannya.

Kejarlah mimpimu dan selalu fokus terhadap talentamu. Hidupmu masihlah panjang maka janganlah terlalu stress atau khawatir akan hari esok. Mungkin sekarang kamu bingung dan kamu belum mengerti apa yang saya tulis sejauh ini. Mungkin kamu memerlukan waktu bertahun-tahun untuk mengerti hal ini tetapi untuk sekarang, ingatlah bahwa kamu memiliki teman di dalam diri saya yang selalu peduli terhadap dirimu dan masa depanmu.

Advertisement

Saya berharap kamu berhasil dalam ujianmu dan jangan sampai kamu terlalu stress. Ingatlah bahwa Tuhan selalu ada besertamu di setiap fase kehidupanmu. Saat kamu mengikutsertakan Tuhan dalam hidupmu, kamu sudah setengah jalan dalam meraih apapun yang ingin kamu raih. Semoga berhasil!

Dengan tulus hati,

Gurumu