Hati adalah bagian paling penting dalam diri manusia. Hati memegang penuh atas jalannya pola pikir, tingkah laku dan sikap dalam diri manusia. Hati adalah inti dari diri manusia. Jika baik hatinya, maka baik pula diri manusia itu. Dan juga sebaliknya, jika kotor sudah hatinya, maka buruk lah diri manusia itu. Hati disini bukanlah bagian dari sistem eksresi pada pelajaran Biologi. Hati disini adalah qolbu yang merupakan inti dari jantung, berdetak lebih cepat daripada jantung dan membawa pesan dengan detakan itu sebagai gelombang elektromagnetik. Hati itu sangat peka, dan juga sensitive. Ia bisa merasakan banyak hal yang orang sebut sebagai perasaan. Senang, sedih, kecewa, terluka, tersakiti, berbunga-bunga, hati memegang kontrol atas semua rasa. Hati juga pemilih, ia memilah-milah mana yang terbaik untuk bisa menetap didalamnya. Ia mencari kunci yang cocok untuk dapat dengan lembut membukanya, Ia terus mencari yang juga terus mencarinya. Meski banyak waktu terbuang hanya untuk ia mencari, tapi ia tak kenal lelah. Meski banyak kunci yang tidak cocok untuk membukanya, ia tak pernah memaksa. Meski berkali-kali ia menjatuhkan pilihan dan ternyata itu salah, ia tak pernah menyerah.

Bukannya hati tak pernah menemukan, hanya saja ia terlalu lelah untuk mempertahankan. Bukannya hati terlalu ragu untuk menjatuhkan pilihan, hanya saja ia tak bisa untuk memaksakan perasaan. Bukannya hati terlalu pemilih, hanya saja menemukan sesuatu yang pas tidaklah mudah.

Dengarlah, hati sebenarnya lelah tapi ia bisa berbuat apa. Hati sebenarnya kalah tapi apa ia harus mundur dan lari begitu saja. Hati sebenarnya ingin singgah tapi ia tak tau harus singgah dimana. Hati hanya ingin sesuatu yang baik untuk membentuknya menjadi baik. Hati hanya ingin sesuatu yang pas untuk tinggal didalamnya, “pas” tidak kekecilan juga tidak kebesaran. Hati hanya ingin sesuatu yang juga tahu bagaimana lelahnya mencari. Tak ada yang salah dengan hati, ia hanya ingin berlabuh pada yang juga mencari.