Terkadang datangnya suatu minat atau hobi pada seseorang tidak selalu bisa ditebak begitu saja kapan datangnya. Selayaknya sebuah pekerjaan, kadang hal itu menjadi semakin menyenangkan ketika sebuah pekerjaan itu menjadi sesuatu yang ada rasa tidak berat hati untuk melakukannya.

Menulis adalah sebuah aktifitas yang akhirnya bisa dikategorikan menjadi sebuah hobi jika seseorang senang melakukannya secara berkelanjutan. Bahkan, dari menulis seseorang juga bisa mendapatkan sejumlah penghasilan yang bisa mencukupi dirinya dalam berbagai karya tulis. Namun tidak semua penulis mempunyai awal mula yang sama, ketika ditanya dari mana ia mulai menekuni hobi menulis. Jawaban berbeda pasti ada, tapi itulah yang menjadikan apa yang disampaikan penulis kepada penanya menjadi rasional dan bisa diterima dengan logika.


Sebagian penulis awalnya mungkin salah seorang yang hobi membaca beberapa jenis karya tulis sejak dini, dan terkadang sebagian lainnya berawal dari keinginannya untuk menyampaikan pemikiran pribadi kepada khalayak umum atau bisa juga karena ada perasaan senang dalam dirinya jika bisa membagikan suatu informasi yang ia peroleh dan bermanfaat bagi banyak orang.  Selain itu sebagian lainnya mungkin beranggapan jika mengabadikan sebuah momen dalam hidupnya secara non verbal juga bisa membuat dirinya senang melakukannya.


Dan lama kelamaan itu bisa menjadi sebuah bakat yang tidak disadari olehnya dan dengan sendirinya bisa berkembang selaras dengan banyaknya tulisan yang sudah ia buat. Memang kegiatan menulis terlihat mudah dan banyak orang berpikiran bisa melakukannya. Asal tau saja, sebuah karya tulis memang mudah dibuat jika didalamnya tidak terdapat pesan penting atau sesuatu yang membuat pembaca merasa mendapatkan suatu hal lebih dari apa yang ia baca. Ya misalnya saja si pembaca merasa terhibur dengan apa yang ia baca, atau setidaknya si pembaca tidak mendapatkan sebuah informasi hoax yang secara mentah – mentah ia memasukkan informasi yang tidak sesuai kenyataan itu ke dalam pemikirannya. Dan tidak perlu jauh – jauh jika membuat sebuah pengibaratan tentang artikel hoax, ibaratkan saja sebuah artikel hoax itu adalah sebuah makanan berbahan pengawet.

Memang jika seseorang mengkonsumsi makanan itu sekali atau dua kali saja tidak akan terasa apa efek samping yang ia dapatkan. Lain ceritanya jika makanan berbahan pengawet itu sudah menjadi makanan rutin dalam setiap harinya dan ada kecenderungan rasa ketagihan untuk mengkonsumsinya, seperti yang kalian tau kebiasaan itu akan merugikan kesehatannya. Begitu jika seorang pembaca awam terlalu sering dijejali dengan artikel – artikel hoax setiap harinya, maka kesehatan pemikiran dan hatinya juga akan semakin bobrok. Di era sekarang ini sudah terlalu banyak situs artikel dari yang gratis sampai berbayar untuk para penulis yang sudah bersusah payah memberikan kontribusinya.

Advertisement

Wadah – wadah karya tulis ini memanglah sebuah tempat yang sangat menyenangkan bagi mereka yang sangat senang untuk membagikan pemikiran mereka tanpa terkotak – kotak, dan tidak melulu hanya soal menulis. Sayangnya, mulai sekarang juga mulai bermunculan situs – situs berisi artikel hoax dan terkesan membosankan untuk dibaca karena materi artikel yang itu – itu saja, yang mungkin juga bisa disandingkan dengan seonggok artikel hoax yang sudah tersebar di dunia maya demi mengejar keuntungan per kail yang berhasil tertelan oleh jutaan pembaca. Dan mungkin itu tidak asing bagi mereka yang sudah mengetahui apa itu “click baits”.


Potensi dan sejumlah pemikiran brilian yang langka untuk bisa dibagikan secara berkala bagi banyak pembaca diluar sana akhirnya harus terbayar mahal dengan bobroknya moral dan bejatnya nafsu pribadi si pemilik situs berbagi artikel. Walau tidak terlihat oleh si pemilik situs dan pembaca, namun setidaknya pasti ada setetes dua tetes keringat yang menetes bergantian untuk membuat banyaknya karya tulis yang bisa menginspirasi atau kemungkinan juga mempunyai nilai manfaat bagi banyak orang dari para penulis. Mungkin hal sebejat  itu hanya pantas disandingkan dengan sebuah Ibarat “air susu yang dibalas dengan air tuba”.


Namun untungnya masih banyak juga situs berbagi artikel yang tidak hanya selalu menginspirasi dan bermanfaat bagi para pembacanya,tapi juga selalu memberi ruang yang sanggup merangkul para penulis yang ingin membagikan karyanya tanpa merasa terkotak – kotakkan oleh ego si pemilik situs. Dan salah satunya seperti situs berbagi artikel hipwee.com yang sangat bersahabat ini. Bisa dibilang memang hipwee.com memang sangat menginspirasi jika dilihat dari beberapa situs artikel lain yang “terinspirasi” dengan mencoba “membuat sama” situsnya dengan hipwee.com demi rating yang meraka peroleh dari para pembaca.

Soal bagi – bagi keuntungan hipwee.com juga tidak terlalu pelit, sejumlah hadiah dari lomba artikelnya kebanyakan cukup memuaskan bagi si penulis yang beruntung. Mungkin sudah selayaknya terjalin hubungan feedback yang sehat dan sehangat ini antara penulis dan para pemilik situs artikel, jika memang ingin situs berbagi artikelnya selalu ramai pembaca yang tidak sabar menunggu karya – karya dari para penulis yang menginspirasi. Karena bagaimana pun juga, sesuatu yang dilakukan dengan banyak tangan pasti akan terasa lebih ringan.

Terimakasih hipwee.com sudah menjadi wadah yang berkualitas bagi karya – karya kami dan selalu mendukung kami untuk semakin maju dalam dunia literasi.