Perasaan yang kaurasakan saat kau temukan semua tak lagi sama. Tak ada ucapan selamat pagi untuk menyambut harimu dan memberimu suntikan semangat. Tak ada ucapan selamat tidur untuk meruntuhkan semua lelahmu setelah seharian berkutat dengan pelajaran. Tak akan ada lagi dering telepon setiap kali kau ucap rindu padanya. Semuanya hening. Benda kecil yang kerap berbunyi setiap malam kini seakan layak untuk kauabaikan selamanya.

Sisa-sisa percakapan yang sengaja kau simpan kerap menganggumu, hingga akhirnya dengan perasaan tertekan kau menghapus semuanya. Tanpa sisa. Agar tak lagi merindu, agar bisa melangkah jauh.

Terkadang kau tak akan pernah tahu nilai sebuah momen hingga momen itu berubah menjadi kenangan. Sebelum semuanya berubah, kau selalu berpikir bahwa kalian akan tetap bersama. Semua orang tahu itu. Hubungan harmonis, canda tawa di media sosial, dan foto-foto bahagia yang kalian pamerkan. Kau rasa itu sudah cukup untuk membuktikan pada waktu bahwa kalian layak untuk bersama lebih lama lagi. Hingga akhirnya sesuatu terjadi.

Pertengkaran, orang ketiga, salah pengertian, dan hal-hal kecil yang terasa besar saat ke duanya dalam emosi. Dan hal terakhir yang bisa kalian lakukan adalah menerima bahwa perpisahan, meski menyakitkan, bisa menghilangkan semua pertengkaran. Hubungan teman pun jadi pelarian. Foto-foto, sisa percakapan, dan semua canda perlahan berpindah tempat. From present to past, and nothing you can do to change it.

It’s okay, even the sky cries sometimes. Berusaha tegar tak akan memberikan dampak yang lama. Kau hanya ingin menangis, menangis, dan terus menangis. Memeluk sesuatu dengan erat agar semua serpihan yang hancur bisa bersatu kembali. Berusaha hilang dari dunia maya mau pun nyata, dengan harapan semua kenangan bisa sedikit memudar dan memberikan jalan bagimu untuk melangkah lagi. Tapi sayang, kau tak bisa.

Advertisement

Kau hanya duduk diam di dalam kamar, sendirian, dan membiarkan otakmu memutar semua memori yang telah lalu. Tentang dia, tentang kau, dan tentang kalian, dulu. Lalu perlahan, kau harus menghadapi kenyataan baru bahwa tak ada lagi kalian, hanya kau dan dia. Terpisah oleh kehidupan masing-masing. Mimpi yang berbeda, jalan pun berbeda. Meski begitu, setidaknya kalian masih di bawah langit yang sama.

Don’t look back, you’re not going that way. Setelah semua hal kau bereskan, meski butuh waktu bertahun-tahun, sekarang saatnya untuk melangkah. Tak perlu memaksakan diri untuk berdiri tegak, cari seseorang atau sesuatu agar bisa membantumu berjalan. Jika jatuh lagi, ingin menangis lagi, lakukanlah. Jangan membatasi diri. Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk benar-benar meninggalkan masa lalu.

Jatuh-bangun, menangis berbulan-bulan, semua itu wajar. Asalkan pada akhirnya kau benar-benar melangkah tanpa melihat ke belakang, karena kau tak akan kembali ke jalan itu lagi. Ada beberapa bagian dari hidupmu yang tak lagi sama, kau hanya perlu menerima dan menjalaninya, mesku kau tak mengerti sepenuhnya.

Ikhlaskan semua sakit dan bahagiamu bersama dia menjadi bagian dari masa lalumu. Tak perlu kau ungkit lagi. Belajarlah terbiasa dengan semua hal yang pernah menjadi bagian saat kalian masih bersama. Jangan ragu untuk menangis setiap kali kau merindu lagi, menangislah hingga air mata itu benar-benar habis untuknya, untuk masa lalu kalian. Karena seseorang pun pernah menghabiskan air mata untuk mantannya dalam waktu tiga tahun.

Sembari berjalan, ingatlah bahwa akan ada pengganti untuk tempat yang kosong. Allah menjanjikan itu dalam Al-Quran.