Hai, gadis cantik yang berhasil menawan hati…

Kita memang belum begitu lama menjalani semua ini. Namun benar adanya jika aku sudah mencintai dari jauh-jauh hari. Semua orang juga tahu perihal ini. Kalau ditanya apa yang membuat aku sukses menjatuhkan hati, niscaya sepatah jawaban tak pernah bisa kuberi. Sebab aku sudah terlanjur mencintaimu seperti apa adanya kini.

Wajahmu memang menarik kala pertama aku mengenalmu. Tapi hatimu jauh lebih apik dibandingkan sekedar paras.

Jujur, aku bukanlah pria yang peduli masalah cantik atau tidaknya seorang wanita. Memang wanita cantik dan berdandan itu menarik. Namun pengalaman membuktikan, kecantikan tidak memberikanmu segalanya. Kabahagiaan juga tak selamanya dijamin dengan indah paras semata.

Kebetulan kamu datang di saat hati ini tengah senyap, setelah yang lalu lenyap. Kamu memang begitu cantik, padahal untuk berdandan saja kamu tak perlu rumit-rumit. Tapi yang jadi masalah adalah aku mencintaimu karena kepribadianmu. Kamu adalah wanita pekerja keras yang luar biasa. Kamu bahkan tak membiarkan diri berpangku tangan. Kamu juga haus akan banyak prestasi. Bagiku, ini adalah pemandangan menakjubkan.

Cukup merawat kesehatan diri dan tak perlu beraksi bak selebriti, kamu tetap aku cintai.

Kadang aku geli melihat selebriti di negeri ini. Benarkah mereka memacak diri hingga merogoh dana yang tak mini? Apakah itu investasi atau sebab tak percaya diri? Operasi berani mereka jalani hingga permak di sana sini. Bahkan jauh-jauh mereka pergi ke luar negeri demi teknologi kecantikan terkini. Gizi mereka kurangi demi bentuk tubuh yang dimimpi. Jalan berbahaya apa lagi yang nanti akan mereka lakoni?

Advertisement

Berjanjilah kamu jangan seperti mereka, ya Sayang! Tubuhmu jauh lebih berharga dibandingkan meniru tren kecantikan terkini. Yang aku tahu, cantik itu tidak selalu berarti sehat. Tapi sehat sudah pasti cantik. Karenanya saja, sampai detik ini senyummu masih tersungging. Dengan senyum saja, kamu sudah tak perlu mengenakan make up. Karena itulah perhiasan alamimu.

Bahkan ketika tua nanti, kamu akan berbedak keriput atau garis-garis penuaan. Sekalipun itu terjadi, kamu tetap akan kucintai.