Hidup merupakan sebuah rahasia yang penuh dengan teka-teki. Meskipun banyak orang-orang yang di anggap mampu menerawang masa depan, namun tetap saja, Tuhan mempunyai seribu macam cara untuk tetap menyimpannya secara utuh. Manusia hanya mampu menerka dan menebak. Gambaran yang terlihat jelas tentang masa depan, tergantung dari seberapa kuat mereka meyakini tentang hal yang tercipta dalam benak diri masing-masing. Namun satu hal yang perlu kita perlu kita pahami adalah, lakukan hal terbaik yang mampu di lakukan. Meskipun masa depan tidak sesuai ekspetasi, namun ketahuilah, Tuhan tidak akan memberikan hal buruk, namun hanya di gantikan dengan hal yang jauh lebih baik dan lebih pantas untukmu.

Karena pada dasarnya, Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan

Dunia memberikan banyak tanda tanya besar dalam kehidupan. Berbagai hal yang tersuguhkan, terkadang membuat kita sedikit bertanya-tanya "Mengapa hal tersebut bisa terjadi?".

Contohnya seperti pertanyaan "Mengapa Tuhan menciptakan mahluk hidup, kalau pada akhirnya akan mati juga?" Salah satu pertanyaan sederhana, namun melahirkan jawaban yang berbeda-beda, bahkan tidak sedikit dari kita mencampur tangankan agama untuk menjelaskan tentang pertanyaan di atas. Namun ada yang menjawab pertanyaan di atas dengan pertanyaan juga, seperti "Mengapa kita makan, kalau pada akhirnya kita tau akan lapar kembali?", "Mengapa kita mandi, kalau pada akhirnya kita akan kotor lagi nantinya?", "Mengapa kita berani jatuh cinta, kalau kita tau akan merasakan sakit hati pada akhirnya?"

Untuk lebih mudah memahami, coba kita bicarakan satu topik sederhana yang tidak akan terlepas dari kehidupan di Dunia. Wujudnya bisa dalam hal apapun, namun lebih bisa di rasakan. Kalian tau apakah hal tersebut?

Advertisement

Iya, Cinta.

Cinta memberikan banyak energi yang mungkin tidak bisa bayangkan sebelumnya. Memustahilkan hal yang pada awalnya tidak akan terpikirkan oleh kita untuk melakukannya. Bahkan Daya sekuat Logika pun terkadang terkalahkan oleh lembutnya Cinta, sehingga banyak yang beranggapan bahwa Cinta itu Buta dan terkadang tidak masuk akal.

Kita tidak bisa menentukan akan jatuh hati pada siapa. Cinta bisa tumbuh dalam sebuah persahabatan, di karenakan Intensitas dalam melakukan berbagai macam hal dalam waktu yang lama. Cinta bisa datang ketika ada seseorang yang memberikan bantuan kepada kita, di saat kita benar-benar membutuhkan orang lain pada saat itu. Bahkan Cinta bisa muncul dari rasa benci, ketika kita selalu beradu argumen dan meributkan banyak hal, lalu hal tersebut lama kelamaan akan menumbuhkan rasa rindu ketika tidak bertemu.

Di saat kita jatuh cinta, Munafik rasanya kalau kita tidak mengharapkan bahwa orang tersebut mencintai kita juga. Segala hal yang ada pada dirinya, mulai dari senyumnya, caranya tertawa, bagaimana tingkah konyolnya, terlihat begitu sempurna di mata kita. Dari situlah,Harapan mulai muncul, bahwa suatu saat nanti, kita mampu menghabiskan waktu bersama dengan dirinya. Membayangkannya saja sudah membuat mabuk kepayang, bagaimana kalau Tuhan mewujudkan mimpi kita menjadi nyata? Bahagia sekali rasanya.

Karena kita menaruh Harapan yang besar terhadap dirinya, saat sedang bersama, dan dia memperlakukan diri kita dengan begitu ramahnya, jantung terasa berdegub kencang dan dalam hati pun bergumam "Apa dia punya perasaan yang sama dengan yang sekarang aku rasakan?". Dari situ, setiap hal yang dia lakukan, kita selalu menganggap bahwa hal tersebut di tunjukkan kepada kita sebagai sebuah sinyal, bahwa dia jatuh cinta kepada kita juga.

Setelah sekian lama melakukan hal bersama, segala perhatian dan perlakuan yang dia berikan kepada kita, semakin menguatkan Harapan, bahwa dia akan menyatakan Cinta kepada kita. Namun terkadang, kenyataan tak sesuai Ekspetasi, dia yang kita harapkan akan mencintai kita, justru memilih orang lain sebagai pilhan Hatinya.

Kita mengutuk diri sendiri, mengapa Jatuh Cinta rasanya sesakit ini. Mengapa dia memilih orang lain ketimbang kita yang sudah jelas-jelas mencintainnya dengan sepenuh hati. Dia mempermainkan perasaan kita yang sudah terlanjur jatuh pada pesona nya. Semua harapan yang telah kita yakinkan, seketika runtuh dan hancur berkeping-keping.

Namun, tahukah kalian? Ketika kita menaruh harapan kepada seseorang, bahwasannya, hal tersebut adalah salah satu kesalahan terbesar yang paling sering di lakukan oleh Manusia. Namun sedihnya, kita sering mengabaikan hal tersebut.

Berharap pada Manusia. Satu tindakan yang wajar, namun terlalu bodoh untuk di lakukan terus menerus. Bagaimana mungkin Manusia tidak merasakan sakit hati dan kecewa, jika Harapan hidup di berikan kepada sesama Manusia, mahluk hidup yang membutuhkan pengharapan juga. Untuk apa adanya Agama? Agama memberikan sebuah pegangan pada kita, bahwa ada Dzat yang mampu menampung segala Harapanmu, yaitu…

Tuhan

Tuhan mendengar segala doa dan pengharapan, bahkan dalam hati sekalipun. Mungkin Tuhan tidak selalu mewujudkan Harapan kita, namun setidaknya, Tuhan tidak pernah mengumbar janji manis yang berujung miris. Tuhan akan memberikan segala yang terbaik dan kita butuhkan dalam hidup kita. Mungkin terkadang, kita merasakan ketidakadilan ketika melihat apa yang Tuhan lakukan terhadap hidup kita. Namun, satu hal yang perlu di ingat adalah……

Ketahuilah, Tuhan lebih mengenal diri kita di banding siapapun, termasuk dirimu sendiri.