Hai kamu pria yang berdiri di saat hujan lebat "menungguku". Hai kamu pria yang mau memulai hidup baru denganku. Hai kamu pria yang juga pergi meninggalkanku, di saatku mulai berharap tentang menghabiskan sisa hidupku denganmu.. Kini aku berani menyapamu 🙂

Pria ini adalah pria yang begitu istimewa bagiku. Tapi itu dulu. Semenjak kamu memutuskan untuk berhenti menungguku, memulai denganku, dan menghabiskan sisa hidupmu denganku. Dengan memilih wanita pilihanmu. Aku cuma bisa tersenyum di balik kata-kata bijak yang kau kirim kan kepadaku

"Maaf, Aku tidak bisa mengubah apa yang seharusnya aku ubah" itu tulisan pesan singkat yang ku baca malam itu.

Aku tak menangis bahkan bersedih pun aku tidak sama sekali. Karena kamu tau priaku, aku sudah lebih dulu menjaga hatiku untuk tak jatuh hati begitu jauh denganmu. Sebelum kamu menjatuhkanku dengan sejuta perhatian, tindakan yang begitu romantis layaknya drama Korea lalu kau tinggalkan aku. Aku sudah antisipasi dulu. Dan aku tak sebodoh itu.

Teruntuk priaku yang kini sudah tak lagi ada di hatiku "Ku harap wanita yang kau pilih sekarang tidak kau jadikan seperti diriku yang kau perjuangkan diawal lalu kau tinggalkan"

Advertisement

Dan kini setelah aku kehilanganmu. Aku semakin dekat dengan Tuhanku. Dan kehilangan ini mendewasakanku untuk lebih menjaga hati agar tak sekedar pria romantis yang boleh seenaknya masuk menginjak hatiku lalu pergi meninggalkanku. Dan aku akhirnya kehilangan hatiku.

"Ikhlaskan. Lepaskan. Ingat kita masih punya Tuhan."