Aku hanya akan bercerita. Ada masa dimana rasa persahabatan itu tumbuh bahkan tanpa disengaja. Padahal tidak, semuanya jelas sudah diatur oleh-Nya. Satu contoh mudah. Ada masa dimana kamu berada pada posisi terbawah saat sahabatmu tiba-tiba berpaling dan meninggalkanmu tanpa alasan yang jelas. Apa yang bisa kamu lakukan? Mengemis perhatian? Mencari tahu alasannya? Terus menghubungi dia seperti stalker? Haha basi. Pasti gagal. I've tried it.

Begini ceritaku, pada suatu malam, masih dalam keadaan berantakan, kamu menemukan seseorang yang tiba-tiba saja berbaik hati menanyakan keadaanmu saat itu. Ingat, kalian bahkan hanya ngobrol 3-4 kali dalam sebulan, itupun jika berpapasan. Apa yang bisa kamu lakukan? Aku langsung saja membeberkan segala macam yang sudah aku pendam dan tak bisa aku bagikan kepada siapapun.

Mulai dari rasa lelahmu, bahagiamu, kejadian yang baru saja menimpamu, bahkan hampir semua kamu ungkapkan. Dia? Dengan sabar menyimak ceritamu dan sesekali berkomentar, terkadang memberi solusi bahkan refleksi. Takjub. Percaya atau tidak memang itu yang terjadi, pada orang asing ini aku berani membagikan semuanya. Semuanya. Percayalah, sesederhana itulah sebuah hubungan persahabatan bisa dimulai. Sesederhana itulah takdir yang Dia buat. Berawal dari kepedulian dan kamu yang merasa kembali dipedulikan. Selamat bersahabat!