Apakah kau masih ingat saat kau mulai membuka pembicaraan kita? Kau terlihat sangat kaku, begitupun aku. Sempat ku berpikir bahwa kau manusia beku yang tak bisa diluluhkan dengan apapun.

Pesan-pesan singkatmu mulai menghiasi layar handphone-ku. Yap, kau adalah notifikasi faforitku.

Kedewasaanmu sungguh membuatku kagum, meski umur kita hanya terpaut 2 tahun, tapi entahlah, kau terlihat begitu dewasa. Meski begitu, sifat manja yang kadang keluar dari dirimu kerap membuatku gemas.

"Kak", begitu biasa ku memanggilmu, pesan-pesan kecilmu telah membuatku melupakan orang di masa laluku yang sebelumnya kukira tak bisa kulupakan. Kau telah berhasil membuatku jatuh hati dengan segala perhatian-perhatian sederhanamu. Jatuh hati? Entahlah.

Kak, terkadang aku suka merasa minder sendiri, aku hanya gadis SMA yang jauh dari predikat cantik, pintar, dan terkenal. Sedangkan kau punya tumpukan prestasi yang membanggakan, kau adalah ketua ekskul pecinta alam di SMA favorit di kotamu dulu, dan kau meneruskanya hingga sekarang di universitas terbaik di Jawa Timur bahkan Indonesia.

Advertisement

Kak, saat bersamamu, kau ajarkan aku banyak tentang hidup, tentang alam, kedewasaan, dan juga hati.

Kau membuatku ketagihan denganmu dengan cara yang sangat mudah, Kak.

Mungkinkah kau adalah malaikat yang sengaja dikirimkan Tuhan untuk menggantikan posisi kakak kesayanganku yang lebih dahulu pergi ke surga? Kak, ingatkah kau dengan gadis biasa yang pernah kau panggil dengan sebutan "dek"?

Entah mengapa, panggilan itu membuatku merasa menjadi seperti putri kecil yang sangat ingin kau jaga, aku merasa seperti orang spesial di hidupmu. Namun kini tak ada lagi pesan-pesan kecilmu yang dulu pernah menghiasi layar handphone-ku, meski pesan itu isinya hanya sekedar bertanya "lagi ngapain, Dek?"

Setelah semua itu tak ada lagi, aku merasa ada yang kurang lengkap di hari-hariku. Perkenalan singkat kita masih membekas di hati dan otakku, Kak. Terkadang aku suka sebal sendiri dengan kedua organ itu, karena mereka selalu mengingatkanku padamu. Yang sekarang sudah tak ingin ku ingat lagi.

Kak, mungkin tulisan berantakan dari gadis biasa ini tak akan pernah kau baca, namun semoga kau mau, jika namamu abadi dalam tulisan ini.