Teruntukmu.

Aku mengucapkan terima kasih, karena kamu ternyata yang mampu menyembuhan hati aku dari luka-luka yang begitu nyeri, karena kamu yang mampu membangunkanku (kembali) dari keterpurukanku. Kamu sebenarnya seorang lelaki yang tak pernah terpikirkan dari imaginasiku.

Kasih sayang kamu seperti ajaib, tak bisa aku ucapkan hanya saja sangat lembut aku rasakan.

Kita tahu, masih banyak perjalanan yang akan kita tempuh nantinya, tapi sekarang, saat ini yang tersedia adalah kasih sayang kamu untuk aku, dan kasih sayang aku untuk kamu.

Bagaimana nanti hal-hal baik atau buruk yang akan menjumpai kita berdua, semoga kita sama-sama tetap saling menguatkan. Aku mohon kepadamu kasih, jika hati aku masih rentan akan sesuatu yang seharusnya tak mesti aku lakukan, mohon tuntun aku dalam kasih sayang kamu, tuntun aku dalam pengertian kamu yang baik.

Jangan kau tuntun aku dalam rasa marahmu atau rasa curigamu padaku.

Advertisement

Aku yakin kamu percaya, bahwa aku seorang wanita yang kuat hatinya. Namun, sekuat apapun hatiku, aku akan tetap menemukan titik lemahku sebagai wanita.

Untukmu kasih, terima kasih aku ucapkan begitu dalam.

Terima kasih atas kehadiramu, terima kasih atas kasih sayang kamu yang ajaib, yang akupun sama sekali tak mengerti. Namun denganmu, aku menjadi seorang wanita yang memiliki jati diri.

Semoga, kita sama – sama saling membahagiakan.

With love,

Pinus