Pertemuan kedua untuk kita, ternyata aku masih menyukaimu.

Aku tak bisa meredam semua perasaanku ini, tetapi aku tak bisa memutuskan untuk mencintaimu lagi atau tidak.

Sejak pertemuan itu namamu mulai di kepalaku lagi.

Dan pada akhirnya dirimu membuatku yakin untuk menerimamu kembali.

Dua bulan kita menikmati kebersamaan kembali, susah senang kau ada bersamaku,

Advertisement

sampai kau bilang "tolong tinggalkan aku untuk semantara" seketika hati ini terasa dicabik-cabik. Apa yang kau mau sebenarnya? Air mata terus mengalir membaca kata-kata yang kau kirim.

Berjuta pertanyaan dari diriku sendiri bermunculan, apa alasanmu sebenarnya?

Ya Tuhan.

Mengapa takdir kembali menyakitiku lagi?

"Dan pada akhirnya aku menyadari bahwa aku hanyala sebuah jedah nafasmu"