Hei kamu , sudah puas membuatku kecewa berat ?

Setelah datang lalu tiba-tiba hilang. Bagimu mungkin biasa karena hatimu tak pernah merasa kecewa layaknya aku dahulu. Benar kan kataku?

Aku hanya ingin kau tahu sendiri bagaimana rasanya dikhianati.Ya mungkin kamu tak pernah merasakannya karena kamu justru telah terbiasa berkhianat. Jujur aku tak mengerti apa enaknya menjadi pihak yang menyakiti. Apakah sebegitu bahagianya hingga bisa kamu ulang dan ulang berkali-kali?

Hanya kamu yang mengerti rasanya menjadi tersangka dan aku tahu persis rasanya jadi korban orang tak ber-peri kemanusiaan sepertimu. Sekarang menunggu kabarmu yang tak jelas bukan lagi kegiatan rutinku. Membalas pesanmu sudah bukan kewajibanku.

Yang ingin aku gali adalah rasa tanggung jawabmu. Mungkin janji yang kau ucapkan memang tak di-asuransi.Mungkin juga gombalan yang setiap kali aku terima tak benar-benar dari hati.Ya sudah lah lupakan saja.Toh aku tak lagi berharap terlalu tinggi hingga bisa meporak-porandakan emosi.

Advertisement

Setelah tau bagaimana sosok yang kucintai. Ternyata orang macam kamu.Orang yang benar-benar diluar perkiraanku. Yang baru saja datang dan bisa sangat cepat hilang bagai kilat.Yang baru saja bersinar tiba-tiba redup sayup.Baiklah , pergilah yang jauh selagi aku masih bisa berlari.

Selagi hati belum terlalu dalam mencintai.Untukmu penipu hati.Semoga kelak kau sadar hati macam apa yang kau sakiti. Hatiku hati yang baru saja sembuh dan dengan mudah kau membuatnya runtuh.Baiklah aku berhenti disini.Mencintai bukan prioritas utama lagi jika kamu yang membuatku jatuh hati.

Terimakasih atas luka yang kau beri , aku pastikan tak akan pernah lagi ada orang macam kamu tinggal disisi.