Hai kamu, mungkin aku tak terlalu banyak bicara langsung tentang perasaan kepadamu. Tapi denyut bersamamu membuatku merasa hidup. Tuhan akhirnya memberi kita sebuah paragraph untuk membekukan waktu. Ya, waktu yang berlalu tanpa kamu. Kusadari menjalani hubungan berbatas jarak bukanlah hal yang mudah, bahkan acapkali aku ingin menyerah serta bertanya-tanya, adakah kita masih bersemoga dalam doa?

Terima kasih sudah menjadi akibat bagi denyut yang mati kembali bara

Perasaan seperti ini hanya para pejuang cinta jarak jauh yang mengerti. Bahkan jika kucoba terangkan perihal tentang merindu, kamu tetap takkan mengerti apa itu sembilu. Tuhan membuatku semakin mencintainya, ia kembali hadirkan harapan ketika apinya mulai padam. Padamu yang berada di kota sana, tak pernah ada henti ketika hati mulai berlari. Jadi kawan, jangan pernah bertanya dimana kekasihku. Sebab kamu takkan pernah mengetahui selama bibirmu tak berhenti menertawai. Kekasihku, sedang sibuk meniti jalan untuk kembali. Sebab rumah tanpa tekad dan usaha adalah percuma. Itulah kenapa cinta tanpa persiapan tak pernah berakhir selamanya.

Semoga sibukmu adalah sibuk yang baik.

Berjuanglah sayang, selama itulah aku tabah menantimu hingga pulang kerumah. Perihal rindu akan kutuntaskan saat tuhan kembali menitipkan waktu pada kita. Menemuimu di kotamu, waktu yang berkualitas bersamamu adalah hadiah yang paling aku inginkan dari apapun.

Advertisement

Melayanimu sebagai hati sampai kita berjumpa illahi. Teruslah bersemoga dalam doa, semoga Ada rumah bagi kita memperanakan cinta

Selama langit yang kita pandang tetap sama, selama itu doa-doa hanya tentang harapan kita segera bersama. Dan bangun pagiku nanti bukan lagi yang kutemui dering Hp melainkan dengkuran halusmu di telingaku. Baik-baik sayang, Karena mempercayakan kebahagiaan pada tuhanmu adalah sebaik-baiknya menanam harapan tanpa takut meranggas.