Tulisan ini di kutip dari Hikmah Pagi yang ditulis oleh ulama tafsir bernama Ustad Dr. H. Zainul Arifin, MA. Dalam tulisan beliau melalui hikmah pagi yang ditulisnya bagaimana diam terkadang mampu untuk menjadi solusi di mana saat ini terlalu banyak konflik perdebatan adu argumen yang saat ini lagi maraknya di sosial media.


Seandainya orang yang tidak tahu persoalan itu diam, niscaya perselisihan akan sedikit terjadi di antara umat manusia. (Al-Imam Hujjatul Islam Abu Hamid al-Ghazali)


Perlunya diam dalam menghadapi berbagai persoalan merupakan salah satu kunci agar kita mampu menghindari perdebatan atau perselisihan. Imam Syafi‘i melalui diwannya (syair-syairnya) memberikan nasihat:


Janganlah engkau menyampaikan sebuah pendapat kepada orang yang tak menghendakinya. Engkau tidak akan mendapat pujian, tidak pula argumentasimu berguna.


Terkadang sikap ini diambil sebagian ulama untuk menjaga keutuhan dan kemajemukan bangsa dan negara, di mana sekarang mengeluarkan sebuah statement yang tidak sesuai selera akan di-bully habis-habisan. Bukan solusi yang didapat malah permusuhan yang tidak berujung. Sehingga mengakibatkan konflik berkepanjangan. Sebagaimana wejangan Nabi Muhammad ShallAllahu ‘alaihi wasallam:

Advertisement


Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau lebih baik diam. (H.R Bukhori no. Hadits 1608 dan Imam Muslim no. Hadits 182).


Maka jika tidak mampu berkata baik dan menciptakan solusi terhadap fiqih keumatan juga kebangsaan, maka diam sembari berdzikir itu lebih baik. Semoga Allah menjaga kita dari hal-hal yang tidak bermanfaat, dan semoga kita selalu istiqomah di jalan-Nya, amin.