Teruntuk kau lelaki yang masih aku cintai dalam diamku. Kak.. Lewat tulisan sederhana ini aku hanya ingin kau tahu di sini ada aku, ada ada aku yang mencintaimu dalam diamku. Kau memang mungkin tak pernah tahu akan hadirku kak, kau tak pernah mengenalku kak. Karena memang aku dan kamu tak pernah berkenalan, namun aku mencintaimu, mencintaimu saat pertama aku bertemu denganmu.

Kala itu, kala dimana aku tak sengaja bertemu denganmu di koridor sekolah. Aku ingat betul saat itu keadaan sekolah sudah mulai sepi, karena memang saat itu jam pelajaran telah usai. Aku jatuh hati padamu saat itu juga, namun aku tak berani menyapa ataupun menegurmu. Ingin aku tanyakan siapa namamu, namun aku juga tak berani, aku tak punya nyali sama sekali kak. Hingga akhirnya aku dapat mengetahui namamu, mengetahui namamu lewat bantuan seorang teman, temanku yang kala itu berpura-pura menanyakan keberadaan seorang Guru, dia bertanya dan aku membaca name tag yang tertera pada baju seragammu.

Sejak saat itu, saat di mana aku bertemu denganmu hari-hari yang aku lalui terasa begitu Indah, aku begitu bersemangat melakukan apapun itu demi dirimu. Bahkan tahukah kau kak? Aku selalu pulang sore demi dirimu, demi dirimu yang kala itu selalu pulang sore. Aku rela berbohong dengan berbagai macam hal kala aku sampai di rumah, dan mendapati rentetan pertanyaan Ibu.

Aku adalah seorang yang selalu mendukungmu kalau kau bermain futsal kak, aku memang tak ada dalam deretan kursi penonton kala kau bermain, namun aku selalu hadir kala kau bermain, aku adalah seorang yang selalu berdiri, berdiri jauh dari kursi penonton agar kau tak dapat melihatku. Aku bangun pagi dan berangkat pagi-pagi sekali, itu karena aku ingin berangkat bersamamu kak. Berangkat bersama di sini bukan dalam artian kita jalan berdua, karena mana mungkin kita jalan berdua sementara kau saja tak mengenalku. Tapi berangkat bersama yang aku maksud di sini adalah, aku menunggumu di ujung jalan, hingga aku melihatmu melewatiku, kemudian aku mengikutimu.

Aku bahkan hafal betul semua kebiasaanmu kak, aku hafal bagaimana caramu menaiki motormu, mulai dari memakai jaket hitam atau abu-abu yang selalu menjadi kesayanganmu, memakai masker pelindung, sarung tangan, hingga helm. Kak.. Kau memang tak mengenalku, kau tak tahu hadirku dalam hidupmu. Tapi aku tahu semua tentang dirimu, aku mengenalmu lebih dari kau mengenal dirimu sendiri. Semua itu karena aku mencintaimu kak, mencintaimu dalam diamku. Kak.. Rasaku tak pernah berubah, baik dulu hingga sekarang aku masih mencintaimu, hati ini masih milikmu, aku tak tahu mengapa aku bisa begitu mencintaimu. Kak.. Kau dan aku memang mungkin sudah lama tak bertemu, namun rasa ini masih sama.

Advertisement

Hatiku masih untukmu, karena memang namamu telah terpatri dalam diriku. Kak.. Foto usangmu adalah pelipur lara kala rindu. Karena memang hanya itu yang aku punya, sebuah foto kecil berukuran 3×4, foto yang aku dapat dari potongan foto kalender sekolah. Kak.. Kau mungkin tak mengingatnya, karena memang mungkin hari itu tak ada artinya apa-apa bagimu. Namun aku mengingatnya kak, disini aku masih mengingat hari itu. Hari dimana untuk terakhir kalinya aku bertemu denganmu, hari dimana aku memandang wajah tampanmu untuk terakhir kalinya.

Jum'at 20 juni 2014 adalah hari dimana aku harus berpisah denganmu, hari yang memaksaku untuk meninggalkan dirimu, dirimu cinta pertama ku. Cinta pertama yang aku cintai dalam diamku, cinta yang selalu aku pendam. Kak.. Aku selalu berdoa untukmu Disetiap sujudku selalu terselip namamu Namamu pangeran hatiku Kau pangeran yang selalu aku cinta Pangeran yang aku harap dapat menorehkan kisah tentang aku dan kamu dalam hidup. Kak.. Kau adalah lelaki kedua setelah Ayah ku. Kau lelaki yang aku cintai setelah Ayah, bahkan posisi adik lelaki ku saja kalah denganmu.

Kau berada di urutan nomer dua, setelah Ayah yang berada di urutan nomer satu, kemudian setelahmu adik lelaki kesayanganku.